Sabtu, 08 Agustus 1998

Hilangnya Kegadisan Sang Bintang Pelajar

Beberapa bulan setelah aku lulus sma, aku punya pacar anak sma yang baru naik ke kelas 3 namanya Tati, orangnya ga terlalu cantik, perawakannya kecil namun buah dadanya biar ga besar namun kencang sedangkan pantatnya padat dan sekal, hal itu membuat saya selalu penasaran untuk menjamahnya.

Namun tentunya tak mudah bagiku untuk melakukannya karena bisa dibilang Tati itu seorang cewek type pelajar , di sman 2 nya dia itu bintang sekolah karena kepintarannya dalam menguasai pelajaran & selalu rangking pertama di sekolahnya, itu alasan utama saya memacarinnya saat itu.

Sudah sekitar sebulan lebih hubungan kami berjalan dan saat itu malam minggu kami ketemuan, jalan lalu aku ajak dia ke lapdek terus mencari tempat yang agak sepi untuk duduk mojok berduaan.
Awalnya sih kami cuma ngobrol2, lalu kemudian pegangan tangan karena kedinginan, terus aku rayu habis-habisan dengan harapan supaya bisa menjamah tubuhnya dan entah setan mana yang masuk saat itu aku berhasil merayunya.

Tati terdiam tegang sewaktu tanganku mulai masuk kedalam kaos serta dalamannya, lalu meraba buah dadanya yang masih kencang dan ga cukup sampai situ kemudian tanganku dengan nakalnya bergerilya di tubuhnya sampai akhirnya tanganku berhasil menyelinap masuk di sela2 celana dalamnya, dan ouwww... ternyata lebat sekali bulu-bulunya sehingga aku agak sedikit kesusahan ketika berusaha menemukan belahan bibir vaginanya saat itu.

Namun dengan keterampilan tanganku akhirnya bisa menemukan apa yang dicari, dan Tati menggelinjang disaat jari jemariku mulai mengobok kemaluan disekitar selangkangannya saat itu sampai basah.

Berhubung sikon waktu itu sungguh tidak memungkinkan, maka dari itu kami hentikan aktivitas yg kami lakukan ditambah mulai ramai nya orang2 berdatangan untuk bermalam mingguan di lapangan.

Dua hari kemudian kami kembali ketemuan dan kali itu kami ketemu di tempat makan bakso Smea lantai atas,  saat itu Tati masih memakai seragam baru pulang sekolah dan suasana di lantai atas Smea memang suka sepi kalo pada siang hari, jadi saat itu cuma kami berdua yang ada disitu.

Kami ngebakso duduk berdampingan sambil ngobrolin kejadian waktu dilapang dan aku tegasin bahwa aku pengen melakukannya lagi malah lebih dari itu, Tati tak menjawab, terdiam hanya menganggukan kepala dan aku anggap sebagai tanda setuju. tak lama kemudian setelah selesai makan lalu kami kembali melakukan seperti apa yang dilakukan dua hari sebelumnya dilapang.

Tanganku lebih leluasa bergerak saat menjelajahi daerah selangkangannya karena saat itu Tati memakai Rok seragam sma, aku masukan tanganku ke dalam segitiga pengamannya lalu jariku mulai menjamah sekitar permukaan bukit kemaluannya yg dirimbuni oleh hutan belantara hitam yang cukup lebat.
Selang beberapa saat kemudian aku ganti posisi menyuruh tati supaya menelungkupkan tubuhnya dan tangannya bertumpu diatas meja sehingga saat itu posisinya agak nungging.

Aku mulai menggerayangi selangkangannya lagi dari belakang sambil perlahan2 aku tanggalkan celana dalamnya sampai melorot diatas lutut, lalu rok seragamnya disingkap dan pada saat itu kemaluanku sudah nongol keluar dari sarangnya maka tanpa buang2 waktu lagi aku langsung berusaha untuk memasukan benda tumpulku dari belakang.

Saat kemaluan kami sudah saling bersentuhan, kucoba menekan, menekan dan terus menekannya, namun selalu saja terpeleset. Entah karena aku saking terlalu bernafsunya atau mungkin takut keburu ada yang datang jadinya seakan diburu-buru.

Aku merasa nikmat saat batang kemaluanku berasa dijepit dan saking enaknya membuat aku jadi lepas kontrol, saat itu kemaluanku memuncratkan cairannya.

Padahal saat itu belum sedikitpun  batangku mampu menembus lobangnya, untung saja cairannya menyemprot disekitar jembut, vagina dan pantatnya ga sampai menodai  seragamnya, setelah itu buru-buru Tati menarik celana dalamnya keatas,  menutup selangkangannya yang basah oleh air maniku.
Setelah kejadian itu selama seminggu kami tak bertemu karena Tati dalam masa ujian disekolahnya, pas libur baru kami ketemuan lagi dan saat itu dia aku suruh main ke rumahku.

Kebetulan saat itu di rumahku lagi sepi dan waktu itu aku cumbu tati didalam kamar yg kala itu ga ada pintunya, namun karena perasaanku ga nyaman takut tiba2 ada yang datang maka aku ajak tati untuk melanjutkannya di bangunan sebelah rumah yang waktu itu akan dijadikan kelas, dan di ruangan itulah pertama kalinya aku berhasil merenggut keperawanan Tati.

Saat itu tati hanya memakai kaos dan celana pendek bahan, aku yang saat itu sudah kesetanan langsung membaringkan tubuhnya di lantai lalu menarik celana bahan sekaligus celana dalamnya sehingga nampaklah vagina Tati yang sangat lebat ditumbuhi belantara hitam yang pekat.

Buru-buru ku tanggalkan celanaku lalu menindih tubuhnya, saat itu kami sama-sama hanya memakai pakaian atas sedangkan bagian bawahnya sudah tidak memakai apa apa lagi sehingga kemaluan kami saling bersentuhan.

Aku genggam batang penisku yg sudah mengeras lalu mengarahkannya ke lobang vaginanya tati, namun seperti kemarin, kali itu pun sama pas kutekan penisku untuk masuki lobang vaginanya yang ada meleset terus malahan saat itu tati menegang dan merapatkan kakinya dengan alasan sakit katanya dan itu jadi membatasi ruang gerakku untuk melakukan penetrasi.

Namun aku ga mau seperti kejadian kemarin karena saking terlalu bernafsu akhirnya Crot duluan tanpa berhasil memasukinya, oleh karena itu aku agak sedikit bersabar, lalu aku beranjak duduk di depan tati yg terlentang, lalu aku tuntun penisku supaya menyentuh vaginanya, setelah itu menggesek2an kepalanya di belahan bibirnya dan hal itu ternyata itu membuat tubuhnya mengggelinjang, entah geli atau keenakan yang jelas saat itu Tati  dengan reflek mulai membuka kedua kakinya yg drtd seakan tertutup rapat.

Pada kesempatan itu dengan gerak cepat aku masukan kedua lenganku ke dalam lipatan kedua kakinya di bagian dalam lutut, lalu aku dorong kedepan sehingga posisi kedua kakinya jadi terangkat serta mengangangkang lebar, saat itu kepala penisku sudah berada pas di lobang vaginanya, lalu pelahan-lahan aku tekan penisku hingga masuk kepalanya.

Saat itu tati agak sedikit berontak dan mencoba melepaskan diri dari cengkeramanku, aku jadi kalut serta takut lobang yang sudah didepan mata malah ke laut akhirnya tanpa mempedulikannya yg saat itu sepertinya kesakitan maka buru2 aku tekan dan hujamkan batang penisku dengan sekuat tenaga.

"Jleeebhh.. Sllebbbhh" akhirnya Penisku berhasil masuk separuhnya ke dalam lobang vagiannya.
"Awww.. saakiiit.." Tati terbelalak sambil menjerit tertahan.
"Tahan yaa.." Ujarku saat itu.
"Mmmhhh" Tati hanya menggeleng2kan kepalanya.

Namun saat itu Aku yg sudah dirasuki iblis seakan tak menggubris, malah ku tekan lagi lebih kuat sampai akhirnya batangku amblas seluruhnya didalam lobangnya yang terasa sangat sempit sekali.

Perlahan-lahan ku tarik keluar batangku setengahnya, sekilas nampak bercak darah menempel di batang penisku saat itu lalu ku masukan lagi batangku kedalam lobangnya, terus ku tarik lagi kemudian ku tekan lagi dan hal itu ku lakukan secara berulang-ulang dengan penuh nafsu ku maju mundur kan pantatku sehingga penisku keluar masuk di dalam vagina tati.

Sedangkan tati yg awalnya berontak serta meneteskan air mata namun kini nampak mulai pasrah dan terdiam, adapun tubuhya terhenyak-henyak karena genjotanku semakin cepat sekitar kurang lebih 5 menitan, sewaktu aku kocok kemaluannya entah masih merasa kesakitan atau mulai merasakan kenikmatan, yg  jelas saat itu Tati hanya memejamkan matanya sambil sesekali melenguh lalu mengerang dan hal itu membuat saya semakin bernafsu.

Sungguh aku sudah tidak kuat lagi menahan gejolak dari dalam dan bagaikan gunung meletus akhirnya memuntahkan laharnya

"Crettt....Crettt.. Creet..." Air mani ku muncrat menyemprot rongga vagina tati yg kala itu terasa berdenyut2 seakan memijit2 batang penisku yg sedang kelojotan, lalu setelah itu aku ambruk diatas tubuhnya dan beberapa saat kemudian penisku yg sudah mulai melemas pun terlepas dari jepitan bibir vagina tati, selintas kulihat cairan putih kental campur kemerahan meleleh keluar di sela2 belahan vaginanya bagian bawah yg merekah dan basah. Setelah itu kami berpakaian lalu keluar mengajaknya makan serta jalan-jalan.

Akhirnya aku berhasil merawanin nya sebelum Tati disibukan oleh program Eskul di sekolahnya dan sekitar sebulan kemudian baru Tati menemuiku lagi serta main kerumahku lagi dan pada kesempatan itu kami melakukan persetubuhan lagi di ruang yang sama seperti waktu pertama.

Tati sudah tidak lagi ngeyel kaya sebelumnya, dia seakan sudah mengerti apa yang harus dilakukannya dari mulai menanggalkan celana sontog serta celana dalemannya namun seperti sebelumnya tidak melepas pakaian atasnya sehingga waktu itu kami bersetubuh dalam keadaan sama2 telanjang bagian bawahnya saja.

Posisi tubuhku di atas menindih tubuhnya yang terlentang dibawah dengan kedua kaki mengangkang dan diangkat keatas tanpa diapit lagi oleh tanganku seperti waktu itu. Penisku sudah tak kesulitan lagi keluar masuk dalam vaginanya yg tertutupi oleh jembut yang semakin lebat dan hitam pekat, saat itu kami bersetubuh kurang lebih sekitar setengah jam dan Tati sempat mengejang serta mengerang sebelum akhirnya tubuhku kelojotan sambil memuncratkan cairan hangat membasahi rongga vaginanya.

Setelah itu kami jarang ketemuan, adapun kalo ketemu paling cuma sebentar itupun diluaran jadi tak ada waktu buat gituan, karena alasannya dia mulai fokus utk kelulusan, Adapun pernah sekali lagi aku gituan ma tati tuh pas setelah selesai ujian, itupun karena aku yg agak sedikit memaksa pengen ketemu dan menyuruhnya datang kerumah.

Namun pada saat itu pas aku mengajaknya berhubungan badan tati seakan menolaknya, tapi aku terus  memaksanya maka aku dorong tubuhnya hingga terbaring di atas sofa lalu aku pelorotkan celana jeans beserta celana dalamnya sehingga saat itu bagian bawah tubuh tati sudah tak lagi tertutup oleh sehelai benang pun, saat aku coba memperhatikan bukit hitam di daerah selangkangannya buru2 tati menutupinya dgn alasan malu katanya.

Tanpa buang2 waktu buru2 aku tarik celana piyamaku selutut, maka menyembulah batang kontolku yg sudah ngaceng kemudian aku sejajarkan tubuhku diatas tubuhnya sambil mengarahkan batang kontolku tepat di permukaan lobang memeknya, dan akhirnya.

"Breetthh...bretth...Jrreebbhh" sekuat tenaga dengan sekali hujaman maka kontolku menerobos masuk membelah bibir memeknya tati.
"Uuukkhhh..." tati melenguh dibuatnya.
"Oough.. nik..mattnyaa.." racauku saat itu sambil memaju mundurkan pantatku dengan cepatnya sehingga batang kontolku mengocok lobang memek tati yg mulai basah.
"Ssshh.. ukkh... ssshh.." Tati mulai mendesah dan sesekali melenguh saat kepala kontolku menghujam ke rongga rahimnya.

Saat itu aku entot tati dengan penuh nafsu dan rindu sampai akhirnya kontolku menyemburkan air mani yg banyak didalam memeknya, adapun saat itu tati memelukku dengan eratnya disertai nafas yang tak beraturan menahan kenikmatan yg sangat, setelah itu tati beranjak bangun lalu ke wc membersihkan memeknya yg belepotan oleh cairan maniku dan setelah itu dia pulang ke rumahnya.

Ternyata itu adalah momen terakhir bagi kami karena setelah itu aku ga pernah lagi ketemu dengannya, jgnkan ketemu komunikasi aja sudah ga pernah apalagi saat itu blm musim hp dan yang aku tau tati kerja di daerah bogor itupun kata temannya.

Dua tahun kemudian aku mendapat surat dari dia yang ternyata intinya memutuskan hubungan, saya pikir mungkin saat itu Tati sudah punya lagi cowok baru namun aku tak mempermasalahkannya karena walaubagaimanapun juga dia berhak menentukan pilihan dan jalan hidupnya.

Dua tahun berikutnya  aku mendapat kabar bahwa Tati sudah menikah dan mempunyai anak. Lalu setelah itu tidak pernah ada kabar lagi sampai beberapa tahun kemudian akhirnya kami bersua kembali di media sosial facebook dan ternyata katanya dia sudah lama cerai alias sudah menjadi janda, namun ternyata itupun hanya sesaat karena kemudian dia kembali menghilang sampai sekarang.


0 komentar:

Posting Komentar