Rabu, 21 November 2001

Pacarku yang tomboy namun bahenol

» @ullenazzer

Saat itu aku masih jd anak tongkrongan kalo istilahnya pd zaman itu sbg anak gaul, tepatnya kapan aku udah lupa yg jelas aku kenal dengan wanita cantik, oriental & agak tomboy bernama wulan, saat itu dia masih kelas 3 di smkk smi.

Awalnya seingatku saat itu dia memintaku buat nemenin dia pergi ke bogor, utk nyari alamat sodaranya, tapi sesampainya disana alamat yg dituju ga ketemu.

Pas berangkat dari smi ke bogor kami tetap jaga jarak tapi saat pulang dari bogor menuju smi itulah awalnya keintiman kami mulai tercipta & di mobil colt bogoran yang kami tumpangi saat itu penuh dgn penumpang.

Waktu itu kami memilih duduk di bangku paling pojok belakang sehingga kami mau tidak mau duduk berdempetan berlahunan, wulan didepan sedangkan saya duduk sambil memeluknya dibelakang, saat itulah pertama kalinya aku beranikan diri utk menggerayangi tubuh wulan secara diam2 dari belakang, ya..  kami petting didlm mobil angkutan umum.

Sesampainya di smi kami pulang kemalaman lalu mlm itu kami ikut nginep di tempat rental PS teman saya (bekas bioskop mutiara seberang toko abc) dan disaat orang lain sudah pd terlelap tidur aku perlahan2 kembali menggerayangi bagian2 vital tubuhnya wulan.

Dan saat itulah pertama kalinya kami berciuman sambil aku raba2 kedua payudara wulan yang makin mengencang serta tak ketinggalan jg disekitar daerah selangkangannya, lalu saya gesek2an jari jemariku di kemaluannya yang masih tertutup jeans namun sayangnya pas disaat saya mau memasukan tanganku kedalam celananya wulan meolak karena saat itu dia lagi dalam keadaan datang bulan akhirnya aku cuma menggesek2an dari luar dan ternyata itu cukup membuat wulan kenikmatan saat itu.

Semenjak kejadian itu saya jadi timbul hasrat untuk menyetubuhinya dan akhirnya setelah beberapa hari kemudian saya dpt ide utk mengajaknya ke kost-an si abang yg dijalan veteran dgn modus minta ditemenin buat ktm temen, padahal saat itu si abang lg ga ada di kost-an sedangkan kunci kamarnya sudah aku pegang dari sebelumnya.

Sesampainya di kost-an aku pura2 telponan ma si abang dan aku bilang saat itu ma wulan kalo aku disuruh nunggu soalnya si abangnya lg keluar dan pulangnya agak maleman,  lalu aku ajak wulan masuk kekamar dan dia mengikuti dari belakang. Kemudian aku kunci pintu kamar dari dalam supaya ga ada yg masuk sembarangan.

Awalnya kami agak sungkan krn utk pertama kalinya kami berduaan didalam kamar tp lama kelamaan akhirnya muncul sebuah kekuatan memberanikan diri untuk memulai cumbuan dengan mengecup keningnya, kedua pipinya lalu kami pun berciuman sambil tangan kananku mengusap2 pahanya yg putih mulus.

Saat itu wulan memakai celana rok jeans dengan atasa kemeja sehingga saya dengan leluasa bisa memasukan tangan saya kedalam paha bagian dalamnya secara bergantian, lalu perlahan aku dorong tubuhnya supaya berbaring di ranjang dan awalnya wulan sempat sungkan saat tanganku melepas kancing demi kancing kemejanya dan tak lama kemudian aku susupkan tangan kananku kedalam BH hitamnya utk meraba2 kedua payudaranya yg semakin kencang.

Saat aku coba tanggalkan kemeja serta BH nya wulannya sepertinya masih malu-malu akhirnyabaku inisiatif utk mengambil selimut utk menutupi tubuhnya bagian atas yg sudah polos saat itu, dan setelah aku lelaskan kaosku aku menyusul masuk kedalam selimut lalu melanjutkan cumbuan, bergumul di dalam selimut.

Wulan menikmati kuluman bibirku di kedua puting susunya secara bergantian lalu mendesah saat sebelah tanganku tiba2 masuk ke dlm roknya lalu menyentuh kemaluannya yg masih terbungkus oleh celana dalam lalu aku gesek kemaluannya dengan jemariku hingga terasa lembab & basah, lalu aku kembali menciumi kedua payudaranya secara bergantian, mengulum kedua putingnya sambil sesekali  menghisapnya sehingga membuatnya semakin terangsang.

Pada kesempatan itu seperti birahi sudah menguasai dalam diri dan wulan seakan tak menyadari saat aku tanggalkan celana dalamnnya secara perlahan2 dari balik rok jeansnya sampai lepas dan setelah itu akupun lepaskan celanaku hingga saat itu aku sudah dalam keadaan telanjang bulat begitupun jg sebaliknya dengan wulan yg kala itu sudah tanpa memakai BH dan CD, tubuhnya hanya tinggal terbalut rok jeans pendek.

Aku kemudian bergegas menaiki tubuhnya laku mensejajarkan tubuhku diatas tubuhnya namun disaat aku menempelkan batang kemaluan saya di bibir kemaluannya tiba2 wulan seakan tersadar lalu mendorong tubuh saya, dan saat itu saya bertanya

"Kenapa say?" Tanyaku
“Mmhh..” wulan hanya menggumam sambil gelengkan kepala.
“Mau dimasukin bukan..?” katanya sambil menatapku dengan nanar.
“Iya sayang, aku pengen masukin kepunyaanku kedalam punyamu” jawabku mantap.
“Aku lg masa subur ntar kalo hamil gimana?” Kata wulan saat itu.
“Ok.. Pake kondom ya sayang?” Ujarku sambil mengeluarkan kondom dari dalam dompetku lalu memasangnya di kemaluanku.

Untung saja sebelumnya aku mampir ke indomart utk membeli 1 dus kondom bergerigi untuk berjaga2 dan ternyata berguna juga.

Setelah itu aku kembali menindih tubuhnya sambil mengarahkan batang kemaluanku tepat dilobang bibir kemaluannya dan setelah sudah terasa pas dilobangnya tanpa banyak pikir panjang lalu aku tekan sekaligus hingga batang kontolku mulai menyeruak masuk kedalam lobang kemaluannya.

"Jllebb… Sllleebbhh… Jllleppp" kutekan pantatku dengan sekuat tenaga sehingga dengan tiga kali hentakan akhirnya batang kemaluanku amblas masuk kedalam lobang kemaluan wulan.
“Oukhhh..Ssshh..aahh” Wulan tersentak, kedua matanya terbelalak dgn mulut mengangga saat merasakan batang kontolku menghentak-hentak lalu menyeruak masuk kedalam lobang memeknya kemudian memejamkan mata, mendesis sambil menggigit bibirnya.

Saat itu posisi wulan berbaring dibawah dgn kedua kaki mengangkang lebar dan di angkat keatas sedangkan aku menindih tubuhnya dari atas,  menggenjotnya dengan penuh perasaan dan selama kurang lebih 15 menit  batang kemaluanku keluar masuk di dalam lobang kemaluannya yg semakin basah.

Meski ku tau kalo wulan sudah tak lagi perawan namun harus ku akui sungguh nikmat sekali kepunyaannya yg masih terasa sempit dan kencang, membuat rudalku makin mengeras serta makin liar keluar masuk di lobang pipisnya yg semakin basah.

"Ouugh sshh nikkmat sekali saayang" ujarku sambil terus menggenjotnya semakin cepat.
“Sshh…Uukkh.. shhh.. akhh” wulan menjawabnya dengan erangan yg sangat merangsang sampai akhirnya tubuhnya mengejang hebat dengan muka merah padam menahan kenikmatan tiada tara.

Saat itu wulan mencengkeram kedua tanganku yg bertumpu di ranjang lalu  pinggulnya menghentak2 ke atas dengan bibir memek berdenyut2 pertanda wulan mendapatkan klimaksnya. Kami berpelukan dengan eratnya disertai keringat yg mulai bercucuran membasahi tubuh kami. Saat itu kedua betisnya melipat bertumpu di kedua paha belakangku sedangkan batang kemaluanku masih menancap didalam lobang kemaluannya yg masih berdenyut-denyut mengeluarkan cairan hangat.

Setelah itu saya cabut keluar batangku dari lobangnya lalu memberikan kesempatan untuknya istirahat sejenak, setelah turun minum beberapa saat kemudian kembali aku mencumbunya sambil menanggalkan rok nya yg tersisa, akhirnya saat itu kami sudah sama2 telanjang bulat, lalu selang beberapa saat kemudian kembali kami melanjutkan lagi persetubuhan dengan penuh gairah dan saat itu kami melakukannya dalam keadaan telanjang bulat tanpa sehelai benang & juga selimut.

Saat itu kami pindah posisi namun masih seperti gaya sebelumnya dmn wulan terlentang di bawah dengan kedua kaki mengangkang sedangkan aku diatas menindih tubuhnya sambil menggenjot pantatku sehingga batang kemaluanku keluar masuk mengocok lobang kemaluannya yg sudah kembali basah, selang 15 menit tiba2 wulan mengoyang2kan pinggulnya membuat batangku makin kencang dan semakin liar menggenjot tubuhnya, lalu aku minta supaya dia kembali menggoyangnya dari bawah dan dia menurutinya.

Lama kelamaan goyangannya semakin liat dan lobangnya semakin kuat mencengkeram batangku yang semakin keras dan sebaliknya dengan sepenuh tenaga aku genjot dan kocok lobangnya sampai pada akhir kami berbarengan sama-sama saling menyemburkan air mani yang terbatas oleh kondom.

Sungguh awal yg sangat indah dan sungguh nikmat sangat, kami kembali berpelukan dengan erat dan setelah cukup isitirahat kami segara memakai pakaian kamj masing2 dan bergegas pulang karena saat itu waktu hampir menunjukan jam setengah 9 malam, sedangkan wulan saat itu tinggal di asrama sekolah dan batas waktunya ga boleh lebih dari jam 9 malam.

Setelah kejadian itu kami jadi makin dekat dan saya jd ketagihan utk menyetubuhinya. Dan selang beberapa hari kemudian kami pun kembali janjian lalu sama seperti sebelumnya kembali aku ajak wulan ke kost2an kemudian menyetubuhinya selama hampir 2 jam dan selang sehari, yakni lusa nya kami bersetubuh lagi di kost-an teman yang di jalan veteran.

Pernah juga kami ikut main di kost-an teman yg di daerah ciaul belakang smuntie, ceritanya waktu itu aku ngumpul barengan teman2 kampusku main kartu diluar kamar sedangkan wulan dengan setia menemaniku dan saat waktu mulai tengah malam aku suruh dia masuk kamar duluan, dan itupun seizin yg ngekost serta teman2ku sebelumnya yg sudah ngerti kalo aku mau melakukan hubungan badan bersama wulan, selang beberapa saat kemudian aku pun segera menyusul wulan kedalam kamar kostan.

Setelah aku masuk kedalam kamar lalu aku kunci pintu kamar, saat itu wulan dalam keadaan berbaring denan kedua mata terpejam, kemudian aku mulai mendekatinya lalu tanpa basa basi mulai melucuti pakaian bawahnya satu persatu dari mulai celana sontognya hingga celana dalamnya aku tanggalkan setelah itu aku suruh dia memakai sarung punya temanku, lalu aku merebahkan tubuhku disampingnya.

Aku mendorong tubuhnya menyuruh supaya tubuhnya membelakangiku, kemudian aku mulai menggerayangi tubuhnya dari samping belakang,meremas kedua payudaranya yg masih terbungkus olah BH serta kaos oblong putihnya sambil menciumi pundak belakangnya, sedangkan tangan kiriku menjelajahi daerah selangkangannya dan jemariku mulai menari di permukaan vagina yg ternyata sudah mulai basah.

Perlahan2 aku tanggalkan celanaku lalu aku angkat kaki nya yg sebelah ke atas supaya ngangkang dan selanjutnya aku aku arahkan batang penisku yg sudah ngaceng ke vaginanya di bagian bawah dari belakang, aku tekan dan terus tekan sehingga penisku berhasil masuk setengahnnya, dan aku coba lagi menekannya berkali2 berusaha untuk memasukan penisku seluruhnya namun aku kesulitan karena ruang gerak yg sempit.

Akhirnya selama kurang lebih 10.menit penisku mengocok vaginanya dari samping belakang  dan ternyata itu tetap membuat wulan menggelinjang kenikmatan dan kaki kirinya semakin terangkat ke atas mengangkang dan akhirnya mengejang, sedangkan vaginanya menyemprotkan cairan hangat mengguyur kepala penisku yg terus mengoyak2 lobang kewanitaannya.

Kemudian tanpa memberikannya waktu buat isitirahat aku lanjutkan dengan posisi aku menaiki tubuhnya dari atas sedangkan wulan saat itu terlentang dengan kedua kaki terbuka lebar, di angkat ke atas, mengangkang. Sebelumnya aku naikin kaosnga sampai leher lalu mengeluarkan kedua payudaranya yg montok dari dalam BHnya.

Setelah itu aku kembali hujamkan batang penisku lalu mengocoknya dengan cepat didalam lobang vaginanya yg sudah basah, sekitar 10 menit berlalu dan terdengar bunyi “Ccleep.. Clleep..Cllepp” pertanda vaginanya semakin basah dibanjiri oleh cairan kenikmatan dan sepertinya ada sesuatu yg akan mendesak keluar dari bagian bawah selangkanganku lalu aku buru2 mencabut penisku kemudian aku mengambil kondom yg sudah aku siapkan sebelumnya terus kembali aku masukan kedalam lobang vaginanya yg nampak semakin merekah, 10 menit kemudian akhirnya kami sama2 meregang, mengejang saling memuncratkan cairan dari dalam secara berbarengan sambil erat berpelukan serta mengerang tertahan.

Pernah jg kami melakukan hubungan badan di ruang atas studio loteng pada waktu hampir tengah malam, saat itu hubungan kami sudah mulai kurang kondusif, sering berantem termasuk pada saat itu saat aku ajak utk melakukan hubungan badan, dan dia enggan melakukannya, sudah ga respect seperti sebelum2nya krn mungkin sudah ada pria lain lagi dlm kehidupannya selain paman dan guru sekolah yg menurut pengakuannya sering juga menidurinya jauh hari sebelum menjalin hubungan bersamaku.

Malam itu kami berantem sampai dia menangis namun akhirnya  wulan menurut juga ketika saya ajak ke ruang paling atas di studio loteng dan malam itu wulan keliatan cantik dengan memakai baju renda2 hitam tipis transparan sehingga nampak jelas daleman BHnya serta bawahnya memakai celana jeans panjang warna hitam, sedangkan aku saat itu hanya memakai celana selutut.

Kala itu di studio memang cuma ada aku, dia dan penjaga studio yg sudah tertidur lelap di ruang paling bawah, dan sesampainya di ruang paling atas, tepatnya di teras luar dan tanpa banyak basa basi lg saya suruh wulan membaringakan tubuhnya di lantai, lalu aku tarik celananya jeans serta celana dalamnya sampai lutut setelah itu aku keluarkan penisku kemudian aku angkat kedua kakinya ke atas hibgga mengangkang terus aku menindihnya dari atas sambil menghujam2kan penisku didalam vaginanya.

Awalnya wulan kurang menikmatinya namun setelah 5 menit berlalu akhirnya dia pun mulai mendesah keenakan sambil mencengkeram pundakku dengan erat. Di menit ke 10 kami ganti posisi dan aku menyuruhnya supaya nungging, lalu kembali saya masukan lg penisku ke dalam vaginanya dari belakang dan tak lebih dari 5 menit akhirnya air maniku tumpah banyak didalam vaginanya.

Padahal saat itu aku tak memakai kondom tapi dia ga melarang seperti biasanya, karena ternyata saat penisku memuncratkan cairannya didalam vaginanya dan sebaliknya pada saat itu juga wulan sedang mendapatkan puncak klimaksnya, vaginanya berdenyut hebat menyemburkan cairan kewanitaannya membasahi penisku yg juga sedang berdenyut2 menyemprotkan cairan memenuhi rongga rahimnya, jadi wajar kalo saat itu wulan agak kurang menyadarinya.

Namun beberapa saat kemudian dia tersadar dan nampak di wajahnya kecemasan takut hamil namun aku meyakinkannya bahwa semuanya akan baik2 saja, kalopun memang hamil maka aku akan mempertanggung jawabkannya. Dan sungguh nikmat sekali kurasakan saat itu bercinta di luar disaksikan langit malam dan tower perusahan telkom.

Seingatku terakhir kami berhubungan badan itu saat hubungan kami hampir menginjak satu tahun, tepatnya saat pulang camping rame dari pondok halimun sekalian merayakan kelulusan sekolahnya bersama teman2 dsn sebelum pulang saya ajak wulan mampir ke rumah teman yg tinggal di sukaraja yg kebetulan suka sepi kalo dipagi hari, utk memastikan kelanjutan hubungan kami yg saat itu semakin hambar.

Ternyata akhirnya wulan mengakui semuanya kalo dia memang ada lg cowok lain tapi katanya sih sudah lama di jodohkan sama uwa nya dan yang aku kaget dia juga mengakui kalo akhir2 ini udah sering ditidurinnya termasuk juga ma yg orang yg aku kenal di tempat tongkronganku saat itu, sungguh betapa sesaknya dada ini dan sakitnya tuh disini (sambil nunjuk ulu hati).

Namun walaubagaimanapun juga aku hrs konsekwen dan siap menerima segala resiko yg terjadi, yg jelas saat itu aku salut atas kejujurannya dan sungguh aku sangat menyayanginya. Akhirnya aku memeluknya dengan erat, diapun menangis dalam pelukku saat kami sepakat utk menyudahi hubungan kami dan sbg permintaan terakhir aku memintanya bersetubuh denganku utk yg terakhir kalinya dan dia menyetujuinya.
Aku ajak dia pindah ke kamar sebelah supaya lebih aman, lalu bergegas kami melucuti pakaian kami masing2 sampai akhirnya sama2 bugil lalu wulan membaringkan tubuhnya di ranjang dan membuka kedua kakinya yg lebar.

Sejenak aku tatap kedua susu nya yg bulat serta bagian memeknya yg indah dihiasai oleh bulu2 hitam diatasnya, tak sadar ternyata batang kontolku sudah mengeras dan tak ayal lagi aku segera menghampiri wulan yg sudah siap di entot, dan saat itu  posisi aku sudah duduk tepat didepan selangkangannya lalu aku naikin kedua kakinya yg mengangkang lebar supaya  bertumpu dikedua pahaku, setelah itu aku mulai menuntun batang kontolku yg udah ngaceng dan menempelkannya di bibir memeknya terus menggesek2annya selama kurang lebih 2 menit hingga memeknya wulan jadi basah sedangkan itilnya makin mengeras dibuatnya.

Wulan menggelinjang sedangkan memeknya nampak makin basah dan merekah sebaliknya kontolku juga makin nyogong, akhirnya aku menekan dengan sekuat tenaga sehingga kontolku perlahan2 mulai menyeruak masuk amblas kedalam lobang memeknya.

"Sslleebh.. Jlleebb….Sllebb.." dan kontolku pun akhirnya amblas ditelan memek wulan.
“Oooukhhh…sshhh…” Wulan terpekik dibuatnya.

Sejenak aku diamkan sesaat sambil menciumi kedua susunya yg kenyal serta mengulum dan menghisap kedua putingnya. Sepertinya hal itu membuat wulan semakin terangsang, pinggulnya mulai dihentak2an ke atas sambil menggoyang2kan pinggulnya, menyedak batang kontolku yg terbenam didalam lobang memeknya, seakan tak mau kehilangan kendali akhirnya akupun bangkit kemudian mengentotnya dengan cepat, aku tekan dan hujamkan kontolku dengan kuat dan kocokanku semakin akurat sehingga batang kontolku keluar masuk dengan cepat didalam lobang memeknya yg semakin basah.

Selama 15 menit kami ngewe dengan penuh gejolak nafsu birahi dan akhirnya tubuh kami sama2 makin menegang,  saat itu nampak wulan semakin belingsatan, wajahnya memerah dan akhirnya tubuhnya kelojotan saat kepala kontolku dengan kuatnya menghentak2 hingga menyentuh rongga rahim memeknya bagian dalam.

"Sshh..Ouukhh..oukk" wulan mengerang
“Ooughh nik..mmat saa..yaang” ujarku lirih
“Nnn..tttoot terusss.. akkh..akh” racaunya sambil kedua kakinya terangkat keatas mengejang , semakin mengangkang.
“Oughh…Oughh” ku hujamkan kontolku dengan kuat
“”Aww..Akhh.. sshh” wulan menjerit pelan

Sejenak kuhentikan gerakan dgn membenamkan seluruh batang kontolku terasa betul memeknya berdenyut kencang sambil menyemburkan cairan yg hangat dan saat itu pula kontolku kembali mengocok memeknya dengan cepat lalu menghujamkan sedalam2nya kontolku didalam lobang memeknya sambil menyemprotkan cairan mani yang banyak di dalam lobang memeknya wulan.

Lalu aku cabut kontolku dan sekilas terlihat cairan putih kental merembes keluar dari sela2 bibir memeknya wulan, seakan tak percaya bahwa mungkin itu merupakan ewean yg terkakhir kalinya dan saat itu mata wulan berkaca2 lalu kemudian aku memeluknya dengan penuh kasih sayang dan setelah itu kami segera berpakaian dan siap2 untuk pulang, akhirnya kami pun berpisah dan wulan sempat menangis entah bahagia atau menyesali atas segala yg telah terjadi, yang jelas selang dari saat itu kami sudah tidak pernah ketemu lagi dan aku dengar dia menikah, sudah memiliki seorang anak dan kabar terakhir katanya dia statusnya sudah janda.

Beberapa tahun kemudian sempat kami bersua lewat BBM, sempat terpikir olehku saat itu untuk kembali mengulang semua yg pernah terjadi dan mencoba untuk menyempurnakannya namun sepertinya wulan memang pada dasarnya tak pernah mengharapkanku menjadi pendampingnya.

I really miss u so much wulan.

Selasa, 10 Oktober 2000

Kegadisannya hilang disaat kelas 3 Sma

Restu adalah seorang siswi smk penguji yang saat itu aku kenal lewat teman yang berprofesi sebagai instruktur dancer/senam yg biasa dipanggil mumu adapun restu saat itu aktif di sanggarnya mumu.

Awalnya kami hanya sekedar kenal biasa, meski restu seringkali nitip salam dan katanya sih suka ma aku, tapi aku hanya menganggapnya sebagai teman karena pada saat itu aku sudah punya pacar namanya anita, namun aku ma restu akhirnya pacaran juga karena saat itu hubunganku ma nita sudah sulit untuk dipertahankan lagi.

Restu memang tak secantik nita namun wajahnya cukup ayu dan suaranya serak2 basah ditambah body nya yang bohay, pantat sekal serta kedua payudara yang cukup besar untuk seukuran anak sma saat itu, hal itu membuatku jadi penasaran untuk bisa melihat bahkan menyentuhnya.

Akhirnya pada hari minggu kami janjian buat ketemuan, kemudian aku ajak restu ke kost-an tempatnya si abang yang saat itu lagi sepi dan disitulah aku berhasil menelanjangi restu untuk yang pertama kalinya namun saat itu aku gagal menyetubuhinya, karena saat itu Restu selalu berontak setiap kali aku coba untuk memasukan kontolku kedalam memeknya.

Padahal saat itu Restu seudah tidak mengenakan sehelai benangpun alias telanjang bulat, begitupun juga denganku, kami berdua dalam keadaan sama sama telanjang, namun nyatanya saat itu aku hanya mampu menempelkan batang kontolku di bibir memeknya dan menggesek2 kepala kontolku tepat di bagian itil memeknya yg mengacung seakan mau keluar.

Beberapa hari kemudian aku ajak lagi dia ke kostan namun tetap saja sama seperti sebelumnya, saat itu kami sudah sama2 bugil namun kami bercinta hanya sebatas kissing, necking serta petting tanpa melakukan intercouse, untuk yang kedua kalinya aku gagal menyetubuhi restu, adapun kontolku berhasil muncrat itu karena aku kocok dengan tanganku sambil aku gesek2an ke permukaan memeknya yang tembem.

Sampai pada suatu ketika, saat itu restu ultah dan aku bersama teman2nya merayakan ultah restu di daerah pondok halimun sekalian kemping, saat itu kami mengadakan posesi perayaan dengan mengelilingi api ungun yg dilanjut dengan acara makan2 kemudian ditutup dengan nyanyi2 setelah itu acara selesai ada yg  ke tenda termasuk aku ma restu tapi ada juga yg tetap stay di sekitar api ungun.

Malam semakin larut dan saat itu kami tidur berdua dalam satu tenda lalu kembali ku coba untuk menyetubuhinya, awalnya kami berciuman sambil tanganku sibuk menggerayangi toketnya yg gede, lalu aku kulum kedua puting susu nya secara bergantian, restu pun terpejam menikmatinya.

Pada kesempatan itu aku pelorotkan celana dalamnya tanpa kesulitan karena restu saat itu hanya memakai daster,  sedangkan aku hanya memakai celana training tanpa kolor sehingga cukup sekali tarik kebawah maka kontolku langsung menyembul keluar.

Setelah itu Perlahan2 aku coba untuk melebarkan kedua kakinya kemudian aku dorong hingga kedua kaki restu terangkat ke atas dan mengangkang, adapun celana dalamnya saat itu sudah melorot sampa paha dan samar2 permukaan memeknya yg tembem nampak didepan mata.

Buru2 aku genggam batang kontolku lalu mengarahkannya tepat di delan lobang memeknya restu, terus ku gesek2an kontolku disekitat permukaan memeknya yang kemudian mulai kutekan supaya bisa masuk kedalam, namun tetap saja gagal, saat itu kontolku susah masuknya malah tergelincir terus ditambah saat itu restu berontak terus disaat kepala kontolku sudah mulai menyeruak bibir memeknya.

Emosi pun tak tertahankan lagi segeranku hentikan aktivitasku saat itu lalu setelah aku rapihkan pakaian bawahku, segera beranjak bangun lalu keluar dengan alasan mo ngangetin badan deket api ungun, saat itu restu tertegun dan sepertinya tau kalo saat itu aku ngambek dan setelahnya aku diluar selang beberapa saat kemudian restu pun keluar tenda dengan membawa tikar serta selimut lalu kemudian berbaring didekatku.

Saat itu teman2 yg lain disekitar api ungun lagi pada ngomongin tema horor, dan restu saat itu memelukku tapi aku tetap dingin menghiraukannya, restu sepertinya sadar kalo aku masih tetap ngambek gara2 hal tadi, maka dia coba menyairkan keadaan tiba2 tangannya menyusup ke dalam sarung yg kupakai saat itu lalu tangannya menyosor ke sekitar selangkanganku terus mengusap2 kontolku.

Nafsu yang setadinya emosi pun berubah jadi suatu berahi, perlahan2 kontolku bangun dan akhirnya ngaceng, kulihat restu tersenyum nakal, menggoda dengan tatapannya yg sayu, lalu saat itu aku berbaring disampingnya sedangkan tiga orang teman yg lagi ngobrolin soal hantu makin serius dan tak menyadari akan apa yg terjadi.

Birahi ku tambah memuncak dan akhirnya seakan tak mau kalah ku susupkan juga tanganku yang sebelah kedalam dasternya bagian bawah yg saat itu tertutup oleh selimut, lalu kumasukkan jemariku disela2 celana dalamnya bagian bawah dan selanjutnya jari tanganku mulai menggerayangi bibir memeknya restu.

Disaat restu sedang menikmati sentuhan jemariku di bibir memeknya tiba2 aku masukan jari tengahku kedalam lobang memeknya, dan saat itu restu kaget dan terbelalak tak menyangka hal itu akan terjadi.
Setadinya dia mencoba untuk berontak dengan menahan tanganku untuk menjauh dari selangkangannya, namun apa daya karena saat itu justru cengkraman tanganku malah semakin lebih kuat, posisinya serba salah mau menjerit pun susah karena takut ketahuan sama teman2 disekitar api unggun.

Restu pun hanya bisa terdiam pasrah lalu memejamkan kedua matanya pura2 tertidur, sedangkan aku seakan memeluknya dibelakang padahal tanganku mulai sibuk bergerilya didaerah selangkangannya yg tertutup oleh selimut, jari tengahku semakin dalam menusuk dan semakin liar mengobel memeknya restu yg saat itu mulai terasa basah.

Dengan penuh perasaan aku mulai keluar masukkan jari tengahku di lobang memeknya restu namun baru saja beberapa kocokan tiba2 tubuhnya menggelinjang kemudian beranjak bangun dari posisi tidurnya, sedangkan tanganku yg kala itu masih nyungsep di selangkangannya jd agak sedikit tertahan, aku sempat bertanya kenapa bangun dan dia bilang katanya pengen pipis, dia minta anter aku buat cari toilet katanya.

Lalu aku pun mengantarnya ke toliet yg katanya ada di bawah dan agak sedikit jauh dari tenda, akhirnya dengan hanya bermodalkan senter aku menemani restu turun ke bawah, padahal saat itu udah lewat tengah malam dan keadaan disekitar sangat gelap sekali tapi nafsu berahi memberikan suatu keberanian bagiku untuk menemaninya.

Sesampainya di wc restu langsung jongkok namun ternyata air kencingnya ga keluar padahal katanya  dia td pengen pipis dan aku pikir mungkin yg dia maksudkan td itu berasa pengen pipis padahal sesungguhnya pipis enak alias muncratin air mani.

Aku yg saat itu masih di kuasai oleh nafsu birahi segera memelorotkan celanaku selutut sehingga batang kontolku menyembul keluar lalu buru2 aku menahan tangan restu yang saat akan menarik celana dalamnya keatas, dengan gerak cepat tanganku segera menjamah memeknya, sebaliknya aku suruh tangannya untuk menggenggam batang kontolku.

Tangan kanan restu menjambak rambutku sedangkan tangan kirinya mencengkeram erat batang kontolku, saat perlahan2 jari tengahku mulai menerobos masuk lagi ke dalam lobang memeknya, lalu aku kocok memeknya dengan jariku dan selang beberapa saat kemudian restu melepaskan genggaman tangannya dikontolku dan langsung memelukku dengan eratnya.

Jariku semakin liar mengobel memeknya, restu semakin erat memelukku serta nafasnya semakin memburu lalu akhirnya tubuhnya mengejang sambil mengerang, sepertinya restu sedang mendapatkan pipis enaknya karena rongga memeknya berdenyut2 serta makin terasa panas dijari tangan kiriku, adapun sebaliknya saat itu dengan spontan aku genggam batang kontolku lalu mengocoknya dengan tangan kananku dan tak lama kemudian air maninya muncrat.

Sejenak kami berpelukan lalu setelah itu kami rapihkan pakaian dan bergegas keluar meninggalkan toilet untuk kembali ke tenda, dan di sepanjang perjalanan aku tanya restu apa dia tadi "udah pipisnya,,?" dan dia menjawab "iya sayang", lalu aku tanya lagi "pipisnya enak kan?" Dan dia jawab lagi "banget" katanya.

Dan sepulangnya dari PH sorenya restu nelpon katanya pas bangun tidur terus pipis dan dia ngerasa sakit udah gitu di celana dalamnya ada bercak2 darah gitu, dan aku bilang mungkin itu yg disebut Hari demi hari berlalu, hubungan kami semakin dekat, sungguh betapa ku ingin sekali untuk bisa menyetubuhinya namun kesempatan belum juga kesampaian, seperti saat itu pas aku diajak nginep di rumah temannya yg didaerah benteng dalam rangka masak katanya saat itu.

Pas tengah malam disaat teman2nya sudah tertidur maka aku coba lagi untuk menyetubuhinya namun tetap saja susah diwujudkan karena kami ga mungkin ewean sedangkan saat itu sikon memang tidak memungkinkan, takut ketahuan.

Namun saat restu bilang mo ke wc dan itu bagaikan isyarat bagiku untuk melakukannya di wc maka tanpa disuruh aku langsung mengikutinya dari belakang, pas aku masuk ke dalam wc saat itu kulihat restu sedang jongkok pipis dengan hanya melorotkan celana dalamnya sampai lutut lalu selesai cebok dia berdiri dan saat itu celanaku jg sudah melorot sampai lutut sehingga kontolku nampak ngaceng.

Restu menatap kontolku lalu dia memandangku seakan bertanya apa yang harus dia lakukan selanjutnya, maka aku suruh dia supaya balik kebelakang lalu membungkukkan badannya, setelah itu aku singkapkan dasternya dan nampak dari belakang gundukan memek restu yg makin tembem.

Tanpa buang2 waktu lagi aku langsung arahkan kontolku ke lobang memeknya, lalu menekannya berusaha untuk memasukinya, namun ternyata susah bagiku utk melakukan penetrasi dengan posisi itu sampai beberapa kali tergelincir terus, pdhl saat itu restu sudah tidak berontak namun entah kenapa sulit sekali bagiku untuk menembus lobang kewanitaannya.

Dengan susah payah akhirnya kontolku berhasil memasuki memeknya namun itupun baru sebatas kepala kontolnya saja, dan ketika kucoba tekan lagi supaya bisa masuk lebih dalam, tapi kembali gagal karena saat itu saking terlalu bernafsunya membuatku jadi kehilangan kendali dan akhirnya kontolku keburu muncrat air maninya.

Setelah itu perlahan- lahan batang kontolku pun melemas. Sulit untuk dimasukan, namun aku ga mau bikin restu kecewa saat itu juga aku langsung masukan jari tengahku ke lobang memeknya, lalu mengocoknya sampai akhirnya restu mengeluarkan cairannya dengan tubuh mengejang serta kedua tangan bertumpu di kran, dan setelah itu kami kembali ke posisi semula, tidur bareng dengan nyenyak dan besoknya pulang.

Tak terasa hubungan kami ternyata sudah 3 bulan berjalan dan sampai saat itu kontolku belum juga mampu masuk kedalam memeknya ampe mentok, sampai akhirnya waktu itu aku lagi jalan ma restu lalu tiba2 hujan turun dengan derasnya, saat itu untungnya kami lagi di dalam angkot dan aku lngsng sms si abang setadinya mo mampir ikut berteduh di kostannya tapi ternyata si abangnya lagi keluar dan katanya kunci kost-an seperti biasa disimpan diatas pintu.

Akhirnya kami turun di jalan veteran dan sesampainya di kostan kami sama2 basah kuyup, buru2 kami masuk kedalam kamar lalu menguncinya dr dlm, tanpa disuruh kami segera tanggalkan pakaian kami masing2 sampai hanya tinggal dalaman saja karena pakaian kami sama2 basah kuyup, dan ternyata celana dalam restu pun agak basah sehingga belahan bibir memeknya terlihat nyeplak dan itu membuatku menjadi sange.

Tanpa banyak basa basi aku langsung menghampirinya, memeluknya lalu mulai menggerayangi tubuhnya sambil kuciumi bibirnya lalu lehernya sambil menanggalkan BH nya, setelah itu ku ciumi kedua susunya yg montok secara bergantian lalu aku kulum kedua puting susunya, trs aku jilat sambil sesekali aku hisap sehingga membuat restu terangsang hebat.

Sementara itu tangan kananku bergerak2 disekitar selangkangannya dan berhasil melepaskan celana dalam yg masih menempel ditubuhnya, sampai akhirnya kami sama2 telanjang bulat dan sekilas saya melihat memek restu mengkilat basah dengan itil yg menyembul keluar seakan minta digesek.

Lalu aku baringkan tubuhnya diranjang kemudian aku berangsur2 naik ke atas tubuhnya sedangkan restu kali ini tidak lagi berontak seperti sebelumnya malahan secara inisiatif membuka lebar kedua kakinya sehingga kemaluan kami saling menempel.

Untuk kali ini aku tak ingin menemukan kegagalan lagi, oleh karena itu aku agak sedikit bersabar menahan hasrat dengan mencumbuinya dulu sebelum masukin kontolku kedalam memeknya,  sambil terus mengulum puting susunya, aku gesek2 batang kontolku di bibir memeknya restu dan ternyata itu membuat restu menggeliat2 keenakan dan nafasnya makin memburu seakan minta segera buat di entotin.

Selagi restu terpejam menikmati gesekan2 batang kontolku, perlahan lahan aku lebarkan kedua kakinya lalu aku angkat ke atas dan naikan ke pundakku, sekilas terlihat lobang memeknya restu agak terbuka.

Saat itulah aku mulai arahkan kepala kontolku tepat di lobang memeknya  lalu aku tekan sehingga kepala kontolnya masuk kedalam, lalu aku menahan nafas sambil meremas2 kedua susu nya, kemudian dengan sekuat tenaga aku tekan dan dorong pantatku kedepan sehingga batang kontolku menyeruak masuk kedalam, merobek lobang memeknya.

Restu terbelalak saat merasakan rudalku menghujam, menerobos masuk kedalam lobang kewanitaannya yang terasa sangat sempit, awalnya memang terasa sesak karena ukuran batang kontolku jelas lebih besar dari jariku.

Terlambat bagi restu utk berontak karena dengan posisi kedua kaki mengangkang lebar ke atas terkunci oleh kedua tanganku itu membuat aku semakin leluasa untuk memasukan batang kontolku sampai amblas masuk semua didalam lobang memeknya.

Seakan tak diberi kesempatan aku langsung genjot,  pantatku mulai maju mundur mengentotnya, kontolku keluar masuk di dalam memeknya yang makin basah dan mulai melonggar, tanpa ampun aku makin mempercepat kocokan batang kontolku di lobang memeknya sehingga restu jd merem melek dibuatnya.

Akhirnya seluruh tubuhnya mengejang dengan kedua kaki yg makin mengangkang serta kedua mata yg membeliak menatap langit2 kost-an adapun  dadanya saat itu seperti orang yang lagi kumat sesak nafas dengan mulutnya mengangga seakan membutuhkan udara.

Melihat keadaan itu aku malah semakin ganas ngentotin nya lalu aku hujamkan sedalam2nya kontolku didalam memeknya sampai mentok dan menyentuh rongga rahimnya dan pada saat itulah kurasakan memeknya terasa panas berdenyut2 kencang, sambil mengeluarkan cairan dan sekilas nampak di batang kontolku menempel cairan kental putih yg merembes keluar dari sela2 bibir memeknya.

Sepertinya restu sudah mendapatkan klimaksnya maka tak ayal lagi aku makin mempercepat entotan ku, nafsuku makin menggebu sampai akhirnya aku hentakkan sekuat tenaga, hujamkan batang kontolku sedalam2nya sambil memuntahkan lahar panasnya. Cairan maniku akhirnya muncrat banyak sekali didalam lobang memek restu yg sudah terlebih dulu banjir.

Restu memelukku sangat eratnya dengan nafas yang masih terengah2 kemudian saya berangsur turun dari atas tubuhnya dan sekilas sata lihat cairan putih kental keluar merembes dari lobang memeknya yg kini sudah menggangga terbuka, lalu kami kemudian sama2 menyalakan rokok sambil bersandar di dinding kamar.

Akhirnya berhasil juga ngentotin restu, begitu pikirku saat itu merasa lega, apalagi setelah mendengar pengakuannya bahwa kontolku ternyata lebih nikmat dibanding jari tengahku, itu membuatki bahagia karena telah berhasil memuaskan sampai klimaksnya.

Setadinya kami mau ngewe sekali lagi namun terdengar diluar si abang datang akhirnya kami berdua bergegas segera memakai pakaian masing2 yg sudah mulai kering dan akhirnya seudah kami ngobrol2 sama yg punya kostan akhirnya kami pamit dan pergi meninggalkan kost-an tersebut.

Setelah kejadian itu entah kenapa Restu jadi sering menghindar dan sulit untuk ditemui, apalagi disetubuhi lagi dan akhirnya saya mendapat kabar kalo dia di jodohkan sama uwa nya yang rencananya selulus sma mau langsung dinikahkan dan akhirnya hubungan kami pun putus.

Bertahun2 lamanya tak pernah bersua akhirnya kami sampat berkomunikasi lagi, saat itu dia sempat menghubungiku lewat telp rmh saat aku mau berlangganan speedy dan ternyata saat itu dia kerja di telkom bagian pendataan pelanggan. Namun entah dimana kini dirinya berada, yang pasti dirinya mungkin akan tetap menjadi bagian sejarah dalam hati.


Minggu, 19 September 1999

Kegadisannya hilang disaat kelas 2 Sma

Berawal dari perkenalanku dengan seorang ABG cantik namanya Anita yg kala itu sering lewat di tempat tongkronganku,  biasa dipanggil nita saat itu dia masih duduk di kelas 2 (SMA 4)  adapun saya sendiri waktu itu sudah lulus SMA dan kuliah baru semester 3.

Kami dipertemukan dijalan ciwangi dan beberapa kali kami sengaja janjian buat ketemuan di jalan mayawati lalu makan bareng di mie ayam Smea sampai akhirnya saya coba nembak ngajak jadian dan ternyata dia menerimanya.

Baru seminggu jadian, waktu itu aku ajak dia jalan kemudian kami mampir nge bakso di daerah belakang lapang merdeka, saat itu mulai magrib sedangkan diluar ternyata hujan dengan derasnya akhirnya kami sepakat untuk diam sementara disitu.

Lama kelamaan aku ga enak kalo terlalu lama di tempat tersebut oleh karena itu aku memutuskan untuk mencari tempat utk berteduh supaya ga kedinginan dan aku baru ingat managerku sebut aja si abang kebetulan waktu itu ngekost didaerah gg veteran ga jauh dari lokasi.

Akhirnya seiring hujan yang mulai agak reda, aku ajak nita ke kostan si abang sekalian mengenalkannya, tapi sesampainya dikostan ternyata si abang ga ada ditempat lalu aku telp ternyata dia lg ada keperluan nganter pacarnya dan mungkin pulangnya agak maleman trs katanya kalo mau nunggu atau mau masuk ambil aja kunci kamarnya ada diatas pintu tapi lampunya mati katanya.

Aku dan nita saat itu ga ada pilihan lain karena ternyata hujan kembali turun dengan derasnya maka akhirnya kami masuk kedalam dan kami gelap2an didalam kamar kostan.

Dan momen tersebut aku pergunakan sebaik2nya dan entah bagaimana awalnya tiba2 kami udah saling berpelukan, berciuman dan bercumbu di atas kasur kamar kostan.

Untuk seukuran anak SMA payudara nita bisa dikatakan diatas rata-rata, memiliki toket gede alias toge, aku sangat bernafsu sekali maka ku masukan tanganku kedalam kaos dan bh nya lalu meremas2nya, saat itu nita hanya terdiam dengan nafas yg mulai  terdengar menderu disaat tanganku meremas-remas kedua buah dadanya yang montok sambil tak lupa kuciumi sekitar lehernya.

Aku coba utk menanggalkan pakaian atasnya supaya aku bisa leluasa meremas serta menciumi buah dadanya, namun saat itu nita berontak menolak dengan alasan malu katanya (padahal saat itu keadaan gelap dikamar).

Aku tak kehabisan akal, maka ku tarik kaosnya ke atas kemudian bh nya jg sehingga kedua payudara montoknya menyembul keluar yg kemudian langsung aku lahap dengan buasnya.

Aku ciumin payudaranya yang sebelah kiri lalu aku kulum putingnya dan sesekali menghisapnya dengan lembut, sedangkan tangan kananku meremas2 payudaranya yg sebelah kanan sambil sesekali memilin2 puting susunya yg semakin merekah.

Sepertinya nita semakin jadi tidak karuan dibuatnya, nafasnya makin memburu dan sebaliknya aku pun semakin bernafsu sehingga keadaanku saat itu semakin tak terkendali, aku mulai kehilangan akal sehat dan yang terbersit dalam pikiranku saat itu hasrat ingin segera menyetubuhinya.

Nita mungkin ga menyadari ketika tangan kananku mulai menjalar ke bawah menggerayangi daerah selangkangannya, kucengkeram dan gesek2an telapak tanganku di pangkal pahanya yang masih tertutupi oleh celana jeans.

Ketika aku coba utk membuka kancing & resleting jeans nya baru nita seakan tersadar, secara spontan tangannya memegang tanganku dengan kuat dan berontak untuk menghalangi usahaku yang sedang mencoba utk menanggalkan celana jeans nya.

Aku yang saat itu sudah semakin tak terkendali terus memaksa meskipun nita bilang, "jangan,, jangan,," namun dengan sekuat tenaga akhirnya aku berhasil melepaskan kaitan kancing serta menurunkan releting jeansnya dan seketika itu juga aku langsung  susupkan tangan kananku kedalam celana dalamnya sehingga menyentuh vaginanya yang ternyata udah agak basah dan dirimbuni oleh bulu bulu yang cukup lebat disekitarnya.

Nita pun pasrah sambil mendesah "Akhhh,,," saat bibir belahan vaginanya mulai merasakan gesekan jari jemari tanganku yang menyusup didalam celana dalamnya. lalu secara diam2 aku pun mengeluarkan burung dari sarangnya kemudian menuntun tangan nita untuk menggenggam batang kemaluanku.

Nita sempat kaget saat menyentuh batang kemaluanku yang sudah sangat tegang sekali dan ternyata hal itu membuat nita semakin tegang. Bersamaan dengan itu aku mulai kobel kemaluan nita yang lama2 semakin basah, becek dan sepertinya nita jg sudah mulai terangsang hebat, adapun batang kemaluanku digenggamnya dengan erat, membuatku semakin ga kuat untuk menahan syahwat.

Aku mulai menggeser posisi lalu duduk di depan nita yg terbaring terus kutarik celana jeans sekaligus celana dalamnya hingga melorot kebawah dan memang pada saat itu, awalnya nita berontak namun karena nasfu saya sudah tak terkendali maka dari itu aku terus memaksanya hingga akhirnya aku berhasil menurunkan celana sekaligus celana dalamnya sampai lutut. sekilas samar samar kulihat gundukan yang tertutupi oleh bulu hitam yang cukup lebat.

Tanpa pikir panjang langsung ku angkat kedua kakinya sehingga mengangkang ke atas, ku genggam batang kemaluanku yang daritadi sudah sangat keras, lalu menuntunnya serta menempelkannya ke bibir memeknya nita, terus aku gesek-gesek sebentar kepala kontolku pas tepat di belahan memeknya nita,  beberapa saat kemudian aku mulai menekannya lalu menghujamkan kontolku dengan sekuat tenaga.

"Awwww..." nita menjerit saat batang kontolku merobek lobang memeknya.
"Brreett... Brretthh.."  perlahan2 tapi pasti batang kontolku menyeruak masuk kedalam lobang memek nita yang terasa sangat sempit sekali dan kutekan terus kontolku sampai mentok didalam memeknya.

Nita sepertinya sangat tegang namun pasrah dengan keadaan saat itu, dia hanya mampu mencengkeram kedua tanganku dengan erat, sepertinya sudah tidak bisa lagi berontak karena kedua kakinya terkunci oleh kedua tanganku yang bertumpu dikasur sambil mengapit di kedua kakinya.

Nita mendesah saat kugenjot pantatku sehingga kontolku mulai keluar masuk mengocok memeknya, awalnya kontolku agak sedikit ngilu karena lobangnya masih terasa peret dan sempit, tapi lama kelamaan jd licin terbasuh oleh cairan beningku serta cairan kewanitaannya. Lalu aku menggenjotnya  dengan sangat bernafsu sekali dan hal itu membuat tubuh nita terhenyak-henyak.

Kocokanku semakin cepat dan itu membuat nita merintih, entah itu karena merasa nikmat atau kesakitan, entahlah yang jelas saat itu aku fokus ngentotinnya, karena jujur aja pada awalnya aku memang sudah sangat bernafsu sekali kebelet pengen ngewe ma nita makanya aku kehilangan kendali.

Kurang lebih sekitar 15 menit tiba2 dari dalam tubuh bagian bawahku terasa seperti ada suatu desakan yang akhirnya membuat bobol pertahanan, kontolku mulai berdenyut-denyut dan tak lama kemudian menyemburkan cairan mani yang cukup banyak  didalam lobang memeknya nita.

"Ouuuggkhh... Sssshhh" sangat nikmat sekali.
"Awww..." Jerit nita kaget.

Selang beberapa saat kemudian kami sama2 merapihkan pakaian lalu bergegas pergi meninggalkan kostan untuk pulang dan besoknya si abang bilang kalo spreinya banyak bercak darah dan aku ga bisa mengelak akhirnya aku bilang bahwa aku nyetubuhi nita yang ternyata masih perawan.

Setelah kejadian itu hubungan kami semakin lengket namun kami ga bisa sering melakukan persetubuhan karena saat itu kami hanya bisa melakukannya di  kostan dan itupun kalo yg punya kost-annya lagi diluar serta meminjamkan kunci kamarnya.

Seperti saat itu si abang yang punya kost-an katanya mau ada keperluan pergi keluar kota lalu meminjamkan kunci kamarnya dan seperti biasa kunci nya disimpan ditempat biasa katanya.

Akhirnya aku hubungi nita lalu mengajaknya ke kostan untuk menyetubuhinya, dan kami kembali ngewe tapi tidak seperti awal sebelumnya, kali ini kami ewean dengan santai malah dalam keadaan tubuh kami sama-sama telanjang,

Seakan dunia milik berdua saat itu kami ngewe sepuasnya, mencoba semua gaya dari mulai posisi standar yakni aku diatas sedangkan dia di bawah (misionaris) lalu aku suruh dia di atas menduduki bagian daerah selangkanganku dan jongkok sambil mengocok batang kontolku (WOT), terus akj coba entot juga dari belakang (Doggy Style).

Sampai tak sadar ternyata saat itu aku udah dua kali naik dan dua kali muncratin air maniku didalam memeknya, adapun sebaliknya nita sendiri menurut pengakuan saat itu dia ga tau berapa kali memeknya berkedut2 sambil menyemburkan cairan kewanitaannya.

Seingat dia katanya pas yang terakhir sebelum aku muncrat untuk yang kedua kalinya, saat itulah dia merasakan seakan ada ledakan yg sangat kuat dari dalam lobang memeknya namun berbeda dengan sebelumnya kali cukup dahsyat sehingga tubuhnya mengejang, kedua kakinya mengangkang lalu akhirnya kelojotan, adapun dari dalam rongga memeknya terasa berdenyut2 kencang sambil menyemburkan cairan dan aku bilang kalo itu yg dinamakan dengan puncak klimaksnya.

Minggu depannya kami sempat dua hari berturut2 ketemuan lagi di kostan hanya untuk sekedar ewean dan sepertinya nita mulai semakin ketagihan tapi apa daya karena kemudian hari2 berikutnya pacar si abang ternyata suka ada terus di kostan jadi kami ga bisa ikut ewean.

Hari demi hari terlewati hubungan kami mulai sedikit hambar, tanpa ewean karena setiap kali dia ngajakin ketemuan aku hanya bisa menemaninya sekedar jalan atau makan,  lama kelamaan hubungan kami jadi mulai berantakan apalagi saat itu ku dengar kabar bahwa nita sering jalan ma cowok lain dan seringkali terlihat berduaan di dalam mobil.

Awalnya nita berusaha mengelak setiap kali aku tanyakan kebenaran kabar tersebut namun akhirnya dia mengaku juga kalo dari kemarin dia kembali jadian sama mantan pacarnya dengan alasan kasihan serta ga enak sama.keluarga si cowoknya, tentu saja aku sangat cemburu mendengarnya dan pikiranku mulai berkecamuk bahwa Nita pastinya dari kemarin udah sering di entotin juga baik itu saat lagi berduaan di rumah maupun saat lagi didalam mobil.

Namun percuma mau marah2 juga toh cewek kan ga cuma satu, begitu pikirku saat itu dan kebetulan saat itu aku punya kenalan seorang dancer namanya Restu (nanti setelah ini saya ceritakan kisahnya) maka akhirnya tanpa pikir panjang aku pacarin Restu yang memang sudah lama memberikan sinyal suka kepadaku.

Lalu aku berpikir untuk segera putus dengan nita karena aku bilang ma restu kalo kami sudah resmi udahan, maka hari itu aku ajak nita buat ketemuan karena ada hal yg sangat penting yg harus disampaikan, akhirnya kami ketemuan di jalan lalu aku ajak ke kostan supaya ngobrolnya nyaman namun sesampainya di kostan kami ga bisa masuk kamar karena saat itu kamarnya terkunci sedangkan kuncinya kebawa ma pacarnya si abang.

Setadinya kami mau segera beranjak pergi namun tiba2 saat itu hujan turun dengan derasnya, membuat kami mau tidak mau harus diam diluar kamar, pada saat itu nita sepertinya kedinginan maka aku langsung memeluknya.

Seakan lupa dengan apa yang direncanakan, saat itu tanganku malah menggerayangi bagian2 vital tubuhnya nita, tau tau yang sebelah tanganku sudah menyusup kedalam kaosnya, meremas2 kedua susunya yg montok. Sedangkan tanganku yg satu lagi menyusup ke dalam celana jeansnya, bergerilya di sekitar selangkangannya, lalu mengobok2 memeknya yg masih terbungkus oleh celana dalam.

Lama kelamaan nita jadi sange begitupun sebaliknya denganku lalu aku mengajaknya masuk kedalam wc kostan yg berada diatas, dan setelah menutup  pintu serta menguncinya dengan rapat, buru2 aku tanggalkan celanaku yg tanpa memakai kolor, lalu aku pelorotkan juga celana jeans yg nita pakak sehingga saat itu bagian bawah kami sudah sama2 telanjang.

Nita menahan nafas saat melihat batang kontolku yang sudah tegang, berdiri tegak seakan menantang, begitupun denganku yg makin sange saat memek tembemnya nita yg terbalut oleh jembut yang lebat mulai nampak di depan mata. Akhirnya aku dorong tubuh nita hingga bersandar di tembok wc lalu aku mulai arahkan kontolku ke lobang memeknya.

Tanpa buang waktu lagi aku langsung hujamkan batang kontolku hingga amblas, terbenam serta masuk separuhnya didalam lobang memeknya nita, lalu aku tekan lagi dengan sekuat tenaga sampai akhirnya batang kontolku mentok didalam memeknya nita. Ku diamkan sejenak sambil coba mengangkangkan kedua kakinya lalu aku mulai maju mundurkan pantatku sehingga kontolku keluar masuk didalam memek nita yang sudah mulai basah.

Saat itu kami ngentot dengan posisi berdiri saling berhadapan dan kurang lebih 15 menit kami ngewe di dlm wc kostan sampai tubuh kami makin belingsatan dan pada akhirnya sama2 mengejang, sebelumnya nita bilang jangan keluarin didalam krn katanya dia lagi dalam keadaan masa subur, namun aku seakan tak menghiraukannya, dengan penuh nafsu birahi campur emosi aku terus entot memeknya sampai akhirnya kontolku muncratkan air maninya yg cukup banyak didalam memeknya nita.

Setelah itu kami merapihkan pakaian masing2 dan kami keluar dari wc, ternyata hujan udah mulai reda, seakan baru ingat dengan rencana semula akhirnya saat itu juga aku bilang ke nita bahwa sejujurnya aku juga sudah punya pacar lagi, dan aku bilang aku sudah jadian ma yg namanya restu.

Mendengar kabar tersebut nita sepertinya sangat marah karena baru aja beres di entot aku baru ngomong, dan tak ayal lagi aku pun kemudian langsung diputuskan oleh Anita saat itu juga, meski saat itu hujan tinggal gerimis namun nita berusaha menerobosnya untuk meninggalkanku dengan salam perpisahan sebelumnya, maka berakhirlah kisah kasih kami.

Dari saat itu sampai sekarang aku belum pernah lagi bersua dengannya baik itu di dunia nyata maupun dunia maya namun beberapa kali aku mendapat titipan salam darinya lewat tetangganya yang kebetulan temanku dari dulu dan akhirnya aku mendapat kabar bahwa nita sudah menikah dan mempunyai seorang anak.

Itulah kisah percintaanku bersama Anita yang berpacaran denganku  mungkin setadinya karena pelampiasan lalu tanpa sengaja kebablasan akhirnya terenggut kegadisannya olehku terus kemudian malah kembali lagi ke pacar sebelumnya, namun akhirnya menikahnya sama orang lain.

Sabtu, 08 Agustus 1998

Hilangnya Kegadisan Sang Bintang Pelajar

Beberapa bulan setelah aku lulus sma, aku punya pacar anak sma yang baru naik ke kelas 3 namanya Tati, orangnya ga terlalu cantik, perawakannya kecil namun buah dadanya biar ga besar namun kencang sedangkan pantatnya padat dan sekal, hal itu membuat saya selalu penasaran untuk menjamahnya.

Namun tentunya tak mudah bagiku untuk melakukannya karena bisa dibilang Tati itu seorang cewek type pelajar , di sman 2 nya dia itu bintang sekolah karena kepintarannya dalam menguasai pelajaran & selalu rangking pertama di sekolahnya, itu alasan utama saya memacarinnya saat itu.

Sudah sekitar sebulan lebih hubungan kami berjalan dan saat itu malam minggu kami ketemuan, jalan lalu aku ajak dia ke lapdek terus mencari tempat yang agak sepi untuk duduk mojok berduaan.
Awalnya sih kami cuma ngobrol2, lalu kemudian pegangan tangan karena kedinginan, terus aku rayu habis-habisan dengan harapan supaya bisa menjamah tubuhnya dan entah setan mana yang masuk saat itu aku berhasil merayunya.

Tati terdiam tegang sewaktu tanganku mulai masuk kedalam kaos serta dalamannya, lalu meraba buah dadanya yang masih kencang dan ga cukup sampai situ kemudian tanganku dengan nakalnya bergerilya di tubuhnya sampai akhirnya tanganku berhasil menyelinap masuk di sela2 celana dalamnya, dan ouwww... ternyata lebat sekali bulu-bulunya sehingga aku agak sedikit kesusahan ketika berusaha menemukan belahan bibir vaginanya saat itu.

Namun dengan keterampilan tanganku akhirnya bisa menemukan apa yang dicari, dan Tati menggelinjang disaat jari jemariku mulai mengobok kemaluan disekitar selangkangannya saat itu sampai basah.

Berhubung sikon waktu itu sungguh tidak memungkinkan, maka dari itu kami hentikan aktivitas yg kami lakukan ditambah mulai ramai nya orang2 berdatangan untuk bermalam mingguan di lapangan.

Dua hari kemudian kami kembali ketemuan dan kali itu kami ketemu di tempat makan bakso Smea lantai atas,  saat itu Tati masih memakai seragam baru pulang sekolah dan suasana di lantai atas Smea memang suka sepi kalo pada siang hari, jadi saat itu cuma kami berdua yang ada disitu.

Kami ngebakso duduk berdampingan sambil ngobrolin kejadian waktu dilapang dan aku tegasin bahwa aku pengen melakukannya lagi malah lebih dari itu, Tati tak menjawab, terdiam hanya menganggukan kepala dan aku anggap sebagai tanda setuju. tak lama kemudian setelah selesai makan lalu kami kembali melakukan seperti apa yang dilakukan dua hari sebelumnya dilapang.

Tanganku lebih leluasa bergerak saat menjelajahi daerah selangkangannya karena saat itu Tati memakai Rok seragam sma, aku masukan tanganku ke dalam segitiga pengamannya lalu jariku mulai menjamah sekitar permukaan bukit kemaluannya yg dirimbuni oleh hutan belantara hitam yang cukup lebat.
Selang beberapa saat kemudian aku ganti posisi menyuruh tati supaya menelungkupkan tubuhnya dan tangannya bertumpu diatas meja sehingga saat itu posisinya agak nungging.

Aku mulai menggerayangi selangkangannya lagi dari belakang sambil perlahan2 aku tanggalkan celana dalamnya sampai melorot diatas lutut, lalu rok seragamnya disingkap dan pada saat itu kemaluanku sudah nongol keluar dari sarangnya maka tanpa buang2 waktu lagi aku langsung berusaha untuk memasukan benda tumpulku dari belakang.

Saat kemaluan kami sudah saling bersentuhan, kucoba menekan, menekan dan terus menekannya, namun selalu saja terpeleset. Entah karena aku saking terlalu bernafsunya atau mungkin takut keburu ada yang datang jadinya seakan diburu-buru.

Aku merasa nikmat saat batang kemaluanku berasa dijepit dan saking enaknya membuat aku jadi lepas kontrol, saat itu kemaluanku memuncratkan cairannya.

Padahal saat itu belum sedikitpun  batangku mampu menembus lobangnya, untung saja cairannya menyemprot disekitar jembut, vagina dan pantatnya ga sampai menodai  seragamnya, setelah itu buru-buru Tati menarik celana dalamnya keatas,  menutup selangkangannya yang basah oleh air maniku.
Setelah kejadian itu selama seminggu kami tak bertemu karena Tati dalam masa ujian disekolahnya, pas libur baru kami ketemuan lagi dan saat itu dia aku suruh main ke rumahku.

Kebetulan saat itu di rumahku lagi sepi dan waktu itu aku cumbu tati didalam kamar yg kala itu ga ada pintunya, namun karena perasaanku ga nyaman takut tiba2 ada yang datang maka aku ajak tati untuk melanjutkannya di bangunan sebelah rumah yang waktu itu akan dijadikan kelas, dan di ruangan itulah pertama kalinya aku berhasil merenggut keperawanan Tati.

Saat itu tati hanya memakai kaos dan celana pendek bahan, aku yang saat itu sudah kesetanan langsung membaringkan tubuhnya di lantai lalu menarik celana bahan sekaligus celana dalamnya sehingga nampaklah vagina Tati yang sangat lebat ditumbuhi belantara hitam yang pekat.

Buru-buru ku tanggalkan celanaku lalu menindih tubuhnya, saat itu kami sama-sama hanya memakai pakaian atas sedangkan bagian bawahnya sudah tidak memakai apa apa lagi sehingga kemaluan kami saling bersentuhan.

Aku genggam batang penisku yg sudah mengeras lalu mengarahkannya ke lobang vaginanya tati, namun seperti kemarin, kali itu pun sama pas kutekan penisku untuk masuki lobang vaginanya yang ada meleset terus malahan saat itu tati menegang dan merapatkan kakinya dengan alasan sakit katanya dan itu jadi membatasi ruang gerakku untuk melakukan penetrasi.

Namun aku ga mau seperti kejadian kemarin karena saking terlalu bernafsu akhirnya Crot duluan tanpa berhasil memasukinya, oleh karena itu aku agak sedikit bersabar, lalu aku beranjak duduk di depan tati yg terlentang, lalu aku tuntun penisku supaya menyentuh vaginanya, setelah itu menggesek2an kepalanya di belahan bibirnya dan hal itu ternyata itu membuat tubuhnya mengggelinjang, entah geli atau keenakan yang jelas saat itu Tati  dengan reflek mulai membuka kedua kakinya yg drtd seakan tertutup rapat.

Pada kesempatan itu dengan gerak cepat aku masukan kedua lenganku ke dalam lipatan kedua kakinya di bagian dalam lutut, lalu aku dorong kedepan sehingga posisi kedua kakinya jadi terangkat serta mengangangkang lebar, saat itu kepala penisku sudah berada pas di lobang vaginanya, lalu pelahan-lahan aku tekan penisku hingga masuk kepalanya.

Saat itu tati agak sedikit berontak dan mencoba melepaskan diri dari cengkeramanku, aku jadi kalut serta takut lobang yang sudah didepan mata malah ke laut akhirnya tanpa mempedulikannya yg saat itu sepertinya kesakitan maka buru2 aku tekan dan hujamkan batang penisku dengan sekuat tenaga.

"Jleeebhh.. Sllebbbhh" akhirnya Penisku berhasil masuk separuhnya ke dalam lobang vagiannya.
"Awww.. saakiiit.." Tati terbelalak sambil menjerit tertahan.
"Tahan yaa.." Ujarku saat itu.
"Mmmhhh" Tati hanya menggeleng2kan kepalanya.

Namun saat itu Aku yg sudah dirasuki iblis seakan tak menggubris, malah ku tekan lagi lebih kuat sampai akhirnya batangku amblas seluruhnya didalam lobangnya yang terasa sangat sempit sekali.

Perlahan-lahan ku tarik keluar batangku setengahnya, sekilas nampak bercak darah menempel di batang penisku saat itu lalu ku masukan lagi batangku kedalam lobangnya, terus ku tarik lagi kemudian ku tekan lagi dan hal itu ku lakukan secara berulang-ulang dengan penuh nafsu ku maju mundur kan pantatku sehingga penisku keluar masuk di dalam vagina tati.

Sedangkan tati yg awalnya berontak serta meneteskan air mata namun kini nampak mulai pasrah dan terdiam, adapun tubuhya terhenyak-henyak karena genjotanku semakin cepat sekitar kurang lebih 5 menitan, sewaktu aku kocok kemaluannya entah masih merasa kesakitan atau mulai merasakan kenikmatan, yg  jelas saat itu Tati hanya memejamkan matanya sambil sesekali melenguh lalu mengerang dan hal itu membuat saya semakin bernafsu.

Sungguh aku sudah tidak kuat lagi menahan gejolak dari dalam dan bagaikan gunung meletus akhirnya memuntahkan laharnya

"Crettt....Crettt.. Creet..." Air mani ku muncrat menyemprot rongga vagina tati yg kala itu terasa berdenyut2 seakan memijit2 batang penisku yg sedang kelojotan, lalu setelah itu aku ambruk diatas tubuhnya dan beberapa saat kemudian penisku yg sudah mulai melemas pun terlepas dari jepitan bibir vagina tati, selintas kulihat cairan putih kental campur kemerahan meleleh keluar di sela2 belahan vaginanya bagian bawah yg merekah dan basah. Setelah itu kami berpakaian lalu keluar mengajaknya makan serta jalan-jalan.

Akhirnya aku berhasil merawanin nya sebelum Tati disibukan oleh program Eskul di sekolahnya dan sekitar sebulan kemudian baru Tati menemuiku lagi serta main kerumahku lagi dan pada kesempatan itu kami melakukan persetubuhan lagi di ruang yang sama seperti waktu pertama.

Tati sudah tidak lagi ngeyel kaya sebelumnya, dia seakan sudah mengerti apa yang harus dilakukannya dari mulai menanggalkan celana sontog serta celana dalemannya namun seperti sebelumnya tidak melepas pakaian atasnya sehingga waktu itu kami bersetubuh dalam keadaan sama2 telanjang bagian bawahnya saja.

Posisi tubuhku di atas menindih tubuhnya yang terlentang dibawah dengan kedua kaki mengangkang dan diangkat keatas tanpa diapit lagi oleh tanganku seperti waktu itu. Penisku sudah tak kesulitan lagi keluar masuk dalam vaginanya yg tertutupi oleh jembut yang semakin lebat dan hitam pekat, saat itu kami bersetubuh kurang lebih sekitar setengah jam dan Tati sempat mengejang serta mengerang sebelum akhirnya tubuhku kelojotan sambil memuncratkan cairan hangat membasahi rongga vaginanya.

Setelah itu kami jarang ketemuan, adapun kalo ketemu paling cuma sebentar itupun diluaran jadi tak ada waktu buat gituan, karena alasannya dia mulai fokus utk kelulusan, Adapun pernah sekali lagi aku gituan ma tati tuh pas setelah selesai ujian, itupun karena aku yg agak sedikit memaksa pengen ketemu dan menyuruhnya datang kerumah.

Namun pada saat itu pas aku mengajaknya berhubungan badan tati seakan menolaknya, tapi aku terus  memaksanya maka aku dorong tubuhnya hingga terbaring di atas sofa lalu aku pelorotkan celana jeans beserta celana dalamnya sehingga saat itu bagian bawah tubuh tati sudah tak lagi tertutup oleh sehelai benang pun, saat aku coba memperhatikan bukit hitam di daerah selangkangannya buru2 tati menutupinya dgn alasan malu katanya.

Tanpa buang2 waktu buru2 aku tarik celana piyamaku selutut, maka menyembulah batang kontolku yg sudah ngaceng kemudian aku sejajarkan tubuhku diatas tubuhnya sambil mengarahkan batang kontolku tepat di permukaan lobang memeknya, dan akhirnya.

"Breetthh...bretth...Jrreebbhh" sekuat tenaga dengan sekali hujaman maka kontolku menerobos masuk membelah bibir memeknya tati.
"Uuukkhhh..." tati melenguh dibuatnya.
"Oough.. nik..mattnyaa.." racauku saat itu sambil memaju mundurkan pantatku dengan cepatnya sehingga batang kontolku mengocok lobang memek tati yg mulai basah.
"Ssshh.. ukkh... ssshh.." Tati mulai mendesah dan sesekali melenguh saat kepala kontolku menghujam ke rongga rahimnya.

Saat itu aku entot tati dengan penuh nafsu dan rindu sampai akhirnya kontolku menyemburkan air mani yg banyak didalam memeknya, adapun saat itu tati memelukku dengan eratnya disertai nafas yang tak beraturan menahan kenikmatan yg sangat, setelah itu tati beranjak bangun lalu ke wc membersihkan memeknya yg belepotan oleh cairan maniku dan setelah itu dia pulang ke rumahnya.

Ternyata itu adalah momen terakhir bagi kami karena setelah itu aku ga pernah lagi ketemu dengannya, jgnkan ketemu komunikasi aja sudah ga pernah apalagi saat itu blm musim hp dan yang aku tau tati kerja di daerah bogor itupun kata temannya.

Dua tahun kemudian aku mendapat surat dari dia yang ternyata intinya memutuskan hubungan, saya pikir mungkin saat itu Tati sudah punya lagi cowok baru namun aku tak mempermasalahkannya karena walaubagaimanapun juga dia berhak menentukan pilihan dan jalan hidupnya.

Dua tahun berikutnya  aku mendapat kabar bahwa Tati sudah menikah dan mempunyai anak. Lalu setelah itu tidak pernah ada kabar lagi sampai beberapa tahun kemudian akhirnya kami bersua kembali di media sosial facebook dan ternyata katanya dia sudah lama cerai alias sudah menjadi janda, namun ternyata itupun hanya sesaat karena kemudian dia kembali menghilang sampai sekarang.


Kamis, 17 Juli 1997

Perselingkuhan bersama keponakan ahli pengobatan

Aku kenal dengan Cewek manis yang bernama wida di sebuah tempat pengobatan alternativ pak utuh di daerah cipelang miliknya bu ema, wida adalah keponakan pak utuh dan tinggal di situ bersama keluarganya sedangkan saya ikut bersama kaka yg kebetulan dikasih inventaris tempat disitu oleh bu ema karena ada urusan bisnis.

Otomatis aku sering ketemu dengan wida, awalnya sih biasa2 saja setiap kali ketemu kami hanya saling melemparkan senyuman, ga pernah sedikitpun terbersit untuk dekatan secara lebih apalagi kabar2nya waktu itu wida itu sudah dijodohkan oleh orang tuanya dengan seorang polisi.

Wida bisa dikatakan cewek type agresif, kalo saya lagi didalam kamar dia suka nengok kedalam dan masuk buat ngajak ngobrol2 sampai pernah saat itu pas malam minggu tumben dia ga keluar malam mingguan ma pacarnya, katanya sih cowoknya lg ada tugas dan akhirnya ngobrol2 denganku di teras depan kamar, kebetulan kamar yang kutempati terpisah paling depan dan keadaannya agak gelap jadi pas banget dipakai buat mojok.

Entah bagaimana awalnya tau2 kami sudah pindah kedalam dan waktu itu kami saling berciuman sambil berpelukan di atas ranjang lalu kudorong tubuhnya hingga terbaring kemudian ku coba lepaskan dengan agak sedikit memaksa celana piyama yang wida kenakan saat itu sehingga akhirnya melorot kebawah lepas beserta celana dalamnya.

Sekilas ku lihat bongkahan vagina yang tembem dan sudah dirimbuni oleh bulu2 hitam yg cukup lebat. tanpa pikir panjang ku pelorotkan sedikit celana yang aku kenakan saat itu lalu kukeluarkan batang penisku yg sudah ngaceng untuk dimasukkan kedalam lobang vagina wida yang waktu itu sepertinya sudah siap diterkam.

Ku tindih tubuhnya dari atas tanganku grepe2 kedua payudaranya yang montok, namun saat aku berusaha untuk mulai memasukan penisku kedalam vaginanya ternyata susah sekali krn saat itu wida berontak dan berusaha menutup kedua kakinya,  menegang, tak mau mengangkang sehingga hal itu membuat ku menjadi kesulitan untuk menembus lobang kewanitaannya.

Aku yang saat itu sudah dikuasai oleh iblis berusaha dengan sekuat tenaga untuk melemahkan perlawanannya yang kemudian berhasil membuka sedikit kedua kakinya lalu dengan susah payah akhirnya mampu menempelkan penisku tepat di bibir vaginanya dan terus menekan2nya supaya bisa masuk kedalam lobangnya.

Karena mungkin saat itu saking terlalu bernafsunya, aku tak mampu menguasai diriku sehingga baru aja kepalanya masuk sedikit pertahananku udah bobol duluan, penisku menyemprotkan air mani di permukaan vaginanya hingga berceceran di sekitar selangkangannya dan malam itu jelas aku gagal memasukan batang kemaluanku kedalam lobang kemaluan wida.

Setelah kejadian malam itu aki tak pernah bersua lagi dengannya dan kudengar wida udah beberapa hari tinggal di rumah neneknya yang di daerah bhayangkara, hubungan kami jadi renggang, saat itu kupikir sepertinya wida ga mau lagi deketan ma karena aku ngerasa bersalah lalu aku coba meminta maaf lewat surat tapi ga ada balasan darinya.

Namun seminggu kemudian alangkah girangnya hatiku saat tiba2 ada yg mengetuk pintu kamar dan pas dibuka ternyata wida, lalu kepersilahkan masuk dan dia ceritakan bahwa selama kemarin di bhayangkara, dia ditugasin buat nemenin neneknya yg lagi sakit dan dia bilang ga marah atas kejadian saat malam itu malah katanya dia jadi makim sayang ma aku.

Setelah mendapat penjelasannya akhrinya hubungan kami jd tambah dekat dan semakin berani, setiap kali wida pulang sekolah dia suka mampir dulu ngasih oleh2 seperti baso, bawain makanan ataupun yg lainnya, dan setiap kali dia masuk kedalam kamar meski hanya sebentar namun selalu kusempatkan untuk mencium bibirnya dan menggrepe toketnya yg montok serta meremas pantatnya yg semok sebelum dia pergi keluar kamar untuk ganti pakaian sekolahnya.

Sampai pada malam itu aku ajak dia jalan buat ngebaso di degung yang tidak jauh dari tempat kami tinggal lalu  pulangnya kami lewat jalan pasar seni (skrng jd kampus poltek smi) lalu belok memotong jalan pintas lewat gang seberang gang rukun dan di gang itulah pertama kalinya kemaluan kami saling berpagutan meski cuma setengah jam namun akhirnya saling menyemburkan cairan.

Saat kami melewati gang itu pas ditengah2 jalan kami berpelukan sambil berciuman, lalu aku grepe2 toketnya, lalu kutarik baju serta bhnya keatas kemudian aku kulum puting susunya, sedangkan tanganku mulai menjelajahi daerah selangkangannya, lalu aku masukan tanganku kedalam cangcutnya kemudian jari jemariku mulai mengobel2 bibir memeknya yg ternyata saat itu sudah mulai basah.

Adapun wida saat itu sepertinya pasrah dengan apa yang terjadi, dia hanya bisa menahan nafas, mendesah dan sesekali mengerang saat jariku masuk makin dalam menyentuh rongga memeknya yg semakin basah.
Saat itu waktu sudah menunjukan hampir jam 11 malam ga heran kalo keadaan di gang saat itu sepi dan gelap lalu terpikir olehku untuk segera ngewe dengannya di gang itu karena jelas tidak mungkin kalo dilanjutkan dikamar sedangkan malam itu kakakku ada lagi menginap.

Akhirnya aku suruh dia supaya duduk di tembok yang terdapat di sisi sepanjang gang lalu aku berlutut didepannya sehingga posisi kami saat itu saling berhadap2an, terus aku buka kedua kaki wida supaya agak mengangkang lalu kusingkapkan rok mininya, setelah itu aku lepas kancing celana bahanku dan menurunkan resletingnya lalu aku keluarkan kontolku yg sudah ngaceng daritadi.

Wida merangkul pundakku disaat aku mulai mendekatkan kontol ke daerah memeknya yg masih tertutup oleh kain cangcut, setadinya aku mau coba tanggalkan celana dalamnya namun entah memang disengaja ataupun tidak, ternyata celana dalam yg wida pakai saat itu bolong dan tepat pas dibagian lobang memeknya, maka tak ayal lagi langsung ku tempelkan kepala kontolku tepat di bibir memeknya dan tanpa buang2 waktu langsung kutekan sekaligus dengan sekuat tenaga.

"breett,, brett..jleepp" sehingga batang kemaluan saya menerobos masuk kedalam lobang vagina nya yang masih terasa sempit dan hangat
"Ssshh.. Uukhhh..Hhuhh" Wida mendesis entah karena sakit atau enak.
"Lebarin kakinya" ujarku sambil terus menghujamkan batang kontolku sehingga amblas seluruhnya didalam lobang memek wida saat itu.
"Oukkkhhh...." Wida menjerit tertahan sambil memelukku dengan eratnya

Lagi asyik2nya ngentot tiba2 dari kejauhan terdengar suara orang yg jalan dan sepertinya lewat gang yg kami pakai buat ngewe, tentu aja kami kaget waktu lalu segera menghentikan aktivitas, kucabut kontolku lalu menutupinya dengan kaos terus aku berdiri agak menjauh dari wida sedangkan wida tetap duduk sambil memalingkan mukanya kebelakang sampai akhirnya orang tersebut lewat begitu saja didepan kami dan sepertinya orang itu mengira kalo kami itu dua orang cowok yg lagi pada minum/mabok didalam gang makanya jalannya terburu2 agak sedikit ketakutan dan bilang punteun.

Selang beberapa saat kemudian setelah situasinya dirasa aman lalu kembali aku ke posisi seperti sebelumnya, aku masukan lagi kontolku kedalam memeknya wida yg masih basah, saat itu batang kontolku tanpa kesulitan menyeruak masuk ke dalam lobang memek wida sampai mentok menyentuh bagian paling dalam, dinding rahimnya.

Ku genjot dengan memaju mundurkan pantat kedepan kebelakang hingga batang kontolku keluar masuk, mengocok lobang memeknya yang semakin basah. Kurang lebih sekitar 5 menitan aku entot lalu tiba2 wida menjambak kepalaku dengan kuat, sedangkan kedua kakinya menegang dan semakin ngangkang lalu otot2nya mengejang sambil mengerang saat kuhujamkan kontolku dengan sekuat tenaga kedalam lobang memeknya.

Saat itu kurasakan batang kontolku seakan disedot serta dipijit2 oleh rongga memeknya yg berdenyut2 kuat dan kurasakan memeknya terasa semakin panas, mungkin saat itu wida sudah mendapatkan orgasmenya, selanjutnya kembali aku kocok kontolku didalam memeknya dengan kecepatan tinggi dan selang beberapa menit kemudian tubuhku pun mengejang dan kelojotan sambil memeluknya dengan erat.

Aku tekan sedalam2nya batangku didalam lobangnya dan akhirnya kontolku tak terkendali, menyemprotkan air mani yang cukup banyak didalam lobang memeknya wida, setelah itu kami berpelukan lalu sama2 merapihkan pakaian dan bergegas pergi meninggakan gang itu dan selanjutnya kami jadi semakin sering melakukan ewean.
Seperti waktu itu, ceritanya pada hari minggu pagi wida masuk ke kamar, membangunkanku yg masih tidur, katanya td dia ngebeliin bubur buatku, tapi nyatanya yg aku makan duluan bukan buburnya tapi wida nya karena saat itu kontolku nyogong kebiasaan cowok disaat baru bangun tidur, apalagi pas ngeliat toketnya wida yg saat itu nampak nyembul, makin sange aku dibuatnya.

Maka tanpa banyak basa basi segera aku rebahkan tubuhnya di atas karpet kemudian saya pelorotkan celana panjang berikut dalemannya sampai lutut setelah itu buru2 aku keluarkan batang kontolku lalu tubuhku menindih tubuhnya sambil ku benamkan batang kontolku ke dalam lobang memeknya yg peret, kemudian aku entot dengan penuh nafsu sekitar 15, menitan sampai akhirnya kontolku memuncratkan air mani didalam memeknya.

Lalu sewaktu aku sudah tak lagi tinggal di cipelang pindah ke perum cipoho waktu itu wida datang berkunjung dan di rumah itu kami pun ewean, awalnya aku entot dia di wc kamar dengan posisi kami berdiri berhadap2an tapi ga lama kemudian pindah keluar lalu kembali aku entot dengan posisi masih berdiri namun saat itu aku suruh supaya dia menghadap kebelakang, nungging, dengan tangan bertumpu didinding tembok kamar.

Aku pelorotkan celana jeans beserta dalemannya sampai pergelangan kaki sebelum batang kontolku masuki lobang memeknya dari belakang, namun karena saat itu kontolku tergelincir terus maka aku suruh dia berbaring di atas kasur untuk melanjutkan ewean.

Saat itu tubuh kami sudah sama sama dalam keadaan bugil dan posisi tubuhku diatas menindihnya sedangkan wida dibawah terlentang dengan kedua kaki mengangkang sehingga batang kontolku dengan leluasa bisa keluar masuk dan akhirnya muncrat didalam lobang memeknya yg makin tembem serta makin tertutupi jembut yg cukup lebat untuk ukuran usia anak sma.

Bisa dikatakan Wida itu ga cantik2 banget tapi manis, kulitnya sawo matang, ditambah dengan tubuh tinggi, payudara yg montok serta pantat yg semok itu membuat dirinya terlihat makin eksotik apalagi bentuk vagina nya tembem dan ditumbuhi oleh bulu bulu hitam, jembut yg cukup lebat itu jelas membuatku selalu bersemangat buat ngentot dengannya.

Namun hubungan kami akhirnya terpisah juga karena sperti yg aku tau dari awal kalo wida sudah dijodohkan oleh orang tuanya namun ternyata bukan dengan polisi yg saat itu jd tunangannya karena terakhir aku dengar kabar dari temannya bahwa dia sudah menikah dengan seorang pengusaha dan mempunyai anak dua.