Kamis, 17 Juli 1997

Perselingkuhan bersama keponakan ahli pengobatan

Aku kenal dengan Cewek manis yang bernama wida di sebuah tempat pengobatan alternativ pak utuh di daerah cipelang miliknya bu ema, wida adalah keponakan pak utuh dan tinggal di situ bersama keluarganya sedangkan saya ikut bersama kaka yg kebetulan dikasih inventaris tempat disitu oleh bu ema karena ada urusan bisnis.

Otomatis aku sering ketemu dengan wida, awalnya sih biasa2 saja setiap kali ketemu kami hanya saling melemparkan senyuman, ga pernah sedikitpun terbersit untuk dekatan secara lebih apalagi kabar2nya waktu itu wida itu sudah dijodohkan oleh orang tuanya dengan seorang polisi.

Wida bisa dikatakan cewek type agresif, kalo saya lagi didalam kamar dia suka nengok kedalam dan masuk buat ngajak ngobrol2 sampai pernah saat itu pas malam minggu tumben dia ga keluar malam mingguan ma pacarnya, katanya sih cowoknya lg ada tugas dan akhirnya ngobrol2 denganku di teras depan kamar, kebetulan kamar yang kutempati terpisah paling depan dan keadaannya agak gelap jadi pas banget dipakai buat mojok.

Entah bagaimana awalnya tau2 kami sudah pindah kedalam dan waktu itu kami saling berciuman sambil berpelukan di atas ranjang lalu kudorong tubuhnya hingga terbaring kemudian ku coba lepaskan dengan agak sedikit memaksa celana piyama yang wida kenakan saat itu sehingga akhirnya melorot kebawah lepas beserta celana dalamnya.

Sekilas ku lihat bongkahan vagina yang tembem dan sudah dirimbuni oleh bulu2 hitam yg cukup lebat. tanpa pikir panjang ku pelorotkan sedikit celana yang aku kenakan saat itu lalu kukeluarkan batang penisku yg sudah ngaceng untuk dimasukkan kedalam lobang vagina wida yang waktu itu sepertinya sudah siap diterkam.

Ku tindih tubuhnya dari atas tanganku grepe2 kedua payudaranya yang montok, namun saat aku berusaha untuk mulai memasukan penisku kedalam vaginanya ternyata susah sekali krn saat itu wida berontak dan berusaha menutup kedua kakinya,  menegang, tak mau mengangkang sehingga hal itu membuat ku menjadi kesulitan untuk menembus lobang kewanitaannya.

Aku yang saat itu sudah dikuasai oleh iblis berusaha dengan sekuat tenaga untuk melemahkan perlawanannya yang kemudian berhasil membuka sedikit kedua kakinya lalu dengan susah payah akhirnya mampu menempelkan penisku tepat di bibir vaginanya dan terus menekan2nya supaya bisa masuk kedalam lobangnya.

Karena mungkin saat itu saking terlalu bernafsunya, aku tak mampu menguasai diriku sehingga baru aja kepalanya masuk sedikit pertahananku udah bobol duluan, penisku menyemprotkan air mani di permukaan vaginanya hingga berceceran di sekitar selangkangannya dan malam itu jelas aku gagal memasukan batang kemaluanku kedalam lobang kemaluan wida.

Setelah kejadian malam itu aki tak pernah bersua lagi dengannya dan kudengar wida udah beberapa hari tinggal di rumah neneknya yang di daerah bhayangkara, hubungan kami jadi renggang, saat itu kupikir sepertinya wida ga mau lagi deketan ma karena aku ngerasa bersalah lalu aku coba meminta maaf lewat surat tapi ga ada balasan darinya.

Namun seminggu kemudian alangkah girangnya hatiku saat tiba2 ada yg mengetuk pintu kamar dan pas dibuka ternyata wida, lalu kepersilahkan masuk dan dia ceritakan bahwa selama kemarin di bhayangkara, dia ditugasin buat nemenin neneknya yg lagi sakit dan dia bilang ga marah atas kejadian saat malam itu malah katanya dia jadi makim sayang ma aku.

Setelah mendapat penjelasannya akhrinya hubungan kami jd tambah dekat dan semakin berani, setiap kali wida pulang sekolah dia suka mampir dulu ngasih oleh2 seperti baso, bawain makanan ataupun yg lainnya, dan setiap kali dia masuk kedalam kamar meski hanya sebentar namun selalu kusempatkan untuk mencium bibirnya dan menggrepe toketnya yg montok serta meremas pantatnya yg semok sebelum dia pergi keluar kamar untuk ganti pakaian sekolahnya.

Sampai pada malam itu aku ajak dia jalan buat ngebaso di degung yang tidak jauh dari tempat kami tinggal lalu  pulangnya kami lewat jalan pasar seni (skrng jd kampus poltek smi) lalu belok memotong jalan pintas lewat gang seberang gang rukun dan di gang itulah pertama kalinya kemaluan kami saling berpagutan meski cuma setengah jam namun akhirnya saling menyemburkan cairan.

Saat kami melewati gang itu pas ditengah2 jalan kami berpelukan sambil berciuman, lalu aku grepe2 toketnya, lalu kutarik baju serta bhnya keatas kemudian aku kulum puting susunya, sedangkan tanganku mulai menjelajahi daerah selangkangannya, lalu aku masukan tanganku kedalam cangcutnya kemudian jari jemariku mulai mengobel2 bibir memeknya yg ternyata saat itu sudah mulai basah.

Adapun wida saat itu sepertinya pasrah dengan apa yang terjadi, dia hanya bisa menahan nafas, mendesah dan sesekali mengerang saat jariku masuk makin dalam menyentuh rongga memeknya yg semakin basah.
Saat itu waktu sudah menunjukan hampir jam 11 malam ga heran kalo keadaan di gang saat itu sepi dan gelap lalu terpikir olehku untuk segera ngewe dengannya di gang itu karena jelas tidak mungkin kalo dilanjutkan dikamar sedangkan malam itu kakakku ada lagi menginap.

Akhirnya aku suruh dia supaya duduk di tembok yang terdapat di sisi sepanjang gang lalu aku berlutut didepannya sehingga posisi kami saat itu saling berhadap2an, terus aku buka kedua kaki wida supaya agak mengangkang lalu kusingkapkan rok mininya, setelah itu aku lepas kancing celana bahanku dan menurunkan resletingnya lalu aku keluarkan kontolku yg sudah ngaceng daritadi.

Wida merangkul pundakku disaat aku mulai mendekatkan kontol ke daerah memeknya yg masih tertutup oleh kain cangcut, setadinya aku mau coba tanggalkan celana dalamnya namun entah memang disengaja ataupun tidak, ternyata celana dalam yg wida pakai saat itu bolong dan tepat pas dibagian lobang memeknya, maka tak ayal lagi langsung ku tempelkan kepala kontolku tepat di bibir memeknya dan tanpa buang2 waktu langsung kutekan sekaligus dengan sekuat tenaga.

"breett,, brett..jleepp" sehingga batang kemaluan saya menerobos masuk kedalam lobang vagina nya yang masih terasa sempit dan hangat
"Ssshh.. Uukhhh..Hhuhh" Wida mendesis entah karena sakit atau enak.
"Lebarin kakinya" ujarku sambil terus menghujamkan batang kontolku sehingga amblas seluruhnya didalam lobang memek wida saat itu.
"Oukkkhhh...." Wida menjerit tertahan sambil memelukku dengan eratnya

Lagi asyik2nya ngentot tiba2 dari kejauhan terdengar suara orang yg jalan dan sepertinya lewat gang yg kami pakai buat ngewe, tentu aja kami kaget waktu lalu segera menghentikan aktivitas, kucabut kontolku lalu menutupinya dengan kaos terus aku berdiri agak menjauh dari wida sedangkan wida tetap duduk sambil memalingkan mukanya kebelakang sampai akhirnya orang tersebut lewat begitu saja didepan kami dan sepertinya orang itu mengira kalo kami itu dua orang cowok yg lagi pada minum/mabok didalam gang makanya jalannya terburu2 agak sedikit ketakutan dan bilang punteun.

Selang beberapa saat kemudian setelah situasinya dirasa aman lalu kembali aku ke posisi seperti sebelumnya, aku masukan lagi kontolku kedalam memeknya wida yg masih basah, saat itu batang kontolku tanpa kesulitan menyeruak masuk ke dalam lobang memek wida sampai mentok menyentuh bagian paling dalam, dinding rahimnya.

Ku genjot dengan memaju mundurkan pantat kedepan kebelakang hingga batang kontolku keluar masuk, mengocok lobang memeknya yang semakin basah. Kurang lebih sekitar 5 menitan aku entot lalu tiba2 wida menjambak kepalaku dengan kuat, sedangkan kedua kakinya menegang dan semakin ngangkang lalu otot2nya mengejang sambil mengerang saat kuhujamkan kontolku dengan sekuat tenaga kedalam lobang memeknya.

Saat itu kurasakan batang kontolku seakan disedot serta dipijit2 oleh rongga memeknya yg berdenyut2 kuat dan kurasakan memeknya terasa semakin panas, mungkin saat itu wida sudah mendapatkan orgasmenya, selanjutnya kembali aku kocok kontolku didalam memeknya dengan kecepatan tinggi dan selang beberapa menit kemudian tubuhku pun mengejang dan kelojotan sambil memeluknya dengan erat.

Aku tekan sedalam2nya batangku didalam lobangnya dan akhirnya kontolku tak terkendali, menyemprotkan air mani yang cukup banyak didalam lobang memeknya wida, setelah itu kami berpelukan lalu sama2 merapihkan pakaian dan bergegas pergi meninggakan gang itu dan selanjutnya kami jadi semakin sering melakukan ewean.
Seperti waktu itu, ceritanya pada hari minggu pagi wida masuk ke kamar, membangunkanku yg masih tidur, katanya td dia ngebeliin bubur buatku, tapi nyatanya yg aku makan duluan bukan buburnya tapi wida nya karena saat itu kontolku nyogong kebiasaan cowok disaat baru bangun tidur, apalagi pas ngeliat toketnya wida yg saat itu nampak nyembul, makin sange aku dibuatnya.

Maka tanpa banyak basa basi segera aku rebahkan tubuhnya di atas karpet kemudian saya pelorotkan celana panjang berikut dalemannya sampai lutut setelah itu buru2 aku keluarkan batang kontolku lalu tubuhku menindih tubuhnya sambil ku benamkan batang kontolku ke dalam lobang memeknya yg peret, kemudian aku entot dengan penuh nafsu sekitar 15, menitan sampai akhirnya kontolku memuncratkan air mani didalam memeknya.

Lalu sewaktu aku sudah tak lagi tinggal di cipelang pindah ke perum cipoho waktu itu wida datang berkunjung dan di rumah itu kami pun ewean, awalnya aku entot dia di wc kamar dengan posisi kami berdiri berhadap2an tapi ga lama kemudian pindah keluar lalu kembali aku entot dengan posisi masih berdiri namun saat itu aku suruh supaya dia menghadap kebelakang, nungging, dengan tangan bertumpu didinding tembok kamar.

Aku pelorotkan celana jeans beserta dalemannya sampai pergelangan kaki sebelum batang kontolku masuki lobang memeknya dari belakang, namun karena saat itu kontolku tergelincir terus maka aku suruh dia berbaring di atas kasur untuk melanjutkan ewean.

Saat itu tubuh kami sudah sama sama dalam keadaan bugil dan posisi tubuhku diatas menindihnya sedangkan wida dibawah terlentang dengan kedua kaki mengangkang sehingga batang kontolku dengan leluasa bisa keluar masuk dan akhirnya muncrat didalam lobang memeknya yg makin tembem serta makin tertutupi jembut yg cukup lebat untuk ukuran usia anak sma.

Bisa dikatakan Wida itu ga cantik2 banget tapi manis, kulitnya sawo matang, ditambah dengan tubuh tinggi, payudara yg montok serta pantat yg semok itu membuat dirinya terlihat makin eksotik apalagi bentuk vagina nya tembem dan ditumbuhi oleh bulu bulu hitam, jembut yg cukup lebat itu jelas membuatku selalu bersemangat buat ngentot dengannya.

Namun hubungan kami akhirnya terpisah juga karena sperti yg aku tau dari awal kalo wida sudah dijodohkan oleh orang tuanya namun ternyata bukan dengan polisi yg saat itu jd tunangannya karena terakhir aku dengar kabar dari temannya bahwa dia sudah menikah dengan seorang pengusaha dan mempunyai anak dua.

0 komentar:

Posting Komentar