Kejadian ini sekitar beberapa tahun yang lalu tepatnya tahun 96 dimana waktu itu saya masih duduk di bangku sma kelas 3 sedangkan pacar saya waktu itu namanya Arie Melanie disingkat #Amel baru kelas 1 Sma dan kami sama2 sekolah di Smu 3.
Kebetulan tempat tinggal kami ga jauh dan kami msh satu kampung jadi tentunya mudah bagi kami untuk berkomunikasi baik secara ketemu langsung maupun sebatas lewat telepon rumah. awalnya kami cuma temenan biasa dan dia seringkali curhat tentang pacarnya yang katanya playboy dan sering minta ML tp dia ga pernah bersedia melayaninya dengan alasan takut dipermainkan “habis manis sepah dibuang”.
Dan pada akhirnya dia katanya diputusin sama pacarnya dan saat itu aku coba nenangin dirinya, dan seperti yg sudah dijanjikan sebelumnya lewat telpon, selepas magrib kita ketemuan dan saya ajak dia nge baso di daerah yg ga jauh dari tempat tinggal kami. dan saat itu cerita dengan sedihnya dan tanpa direncanakan sebelumnya aku refleks memegang tangannya dan sepulangnya saya gandeng dan peluk dia jalan menyusuri gang yang pada akhirnya entah setan apa yang merasuki saya saat itu, pas kami melewati bangunan gelap saya berhenti dan memeluknya dengan erat dan lupa gimana awalnya tiba2 bibir kami sudah saling berpagutan.
kejadian di gang malam itu benar2 spontan tanpa direncanakan sebelumnya dan besoknya amel minta kepastian dan jawaban apakah saya sayang ma dia dan berarti katanya mulai dari saat itu saya resmi berpacaran dengannya dan saya mengiyakannya karena saya ga mau menambah perasaan luka baginya, dari semenjak itu kami resmi berpacaran dan setiap berangkat sekolah pagi2nya kami selalu janjian di pangkal ojeg depan buat berangkat naik angkot bareng begitupun pulangnya kami bareng juga.
Sampai pada suatu ketika, saat itu teman sekelas rencananya mo masak di kost-an kebonjati teman saya yang bernama elan dan yang ikut waktu itu cuma sekitar 7 orang termasuk saya dan juga amel yg saat itu sudah resmi jd pacar saya. waktu itu mereka bilang bahwa saya ga perlu ikut bantu2 masak biar saya ma amel dikamar aja katanya sebagai tanda pengertian mereka sebagai seorang teman lagian saya ma amel ga bakalan ikut makan karena sebelumnya pas disekolah udah makan bareng dan masih kenyang.
Selama mereka berlima sibuk saya ma amel mencuri2 kesempatan utk berciuman walau cuma sesaat sesaat tapi berkelanjutan yang akhirnya membuat celana saya terasa menjadi sempit karena kemaluan saya jadi semakin mengeras namun saat itu saya cuma bisa memeluk amel dari belakang sambil duduk dan nyandar ke tembok sambil kedua tangan saya bergentayangan di sekitar perut dan akhirnya bertumpu di kedua tonjolan buah dadanya yang saat itu masih terbilang belum besar, masih padat dan kencang. saya remas2 kedua payudaranya dari belakang sambil saya ciumi pundak dan belakang daun telinga nya yang mebuat amel beberapa kali menggelinjang dan berdesis juga bergumam.
Saya hentikan aktivitas saya karena sepertinya teman2 saya diluar sudah pada selesai makannya dan memanggil saya dari luar, saya pun menemui mereka dan katanya mereka berlima mau ke sekolah lagi mo nonton pertandingan basket antara kelas ips3 dan bahasa (kebetulan waktu itu di sekolah lagi classmeeting dan tim basket kelas kami bahasa lolos masuk semifinal lawan kelas ips3). saat itu kayaknya mereka mengerti situasi saya dan mereka malah menyuruh saya supaya ga perlu ikut malah elan memberikan kunci kost-an supaya saya bisa lebih bebas berduaan katanya, dan tidak lama kemudia mereka pun berangkat.
saya masuk lagi ke kost-an dan kini tinggal berduaan ma amel didalam kamar yang sudah terkunci, iblis mulai merasuki pikiran saya saat itu untuk segera menyetubuhi amel namun saya tidak mau tergesa2 karena takut gagal dan nanti dikiranya sama dengan mantannya yg seringkali kaya yang mo merkosa dan selalu maksa, oleh karena itu saya tahan dan kendalikan nafsu bejat saya, saya kembali ke posisi semula seperti sebelumnya, duduk di atas kasur, menyandar ke tembok sambil memeluk amel dari belakang, namun kali ini saya tak hanya menciumi pundak, daun telinga bagian belakang saja namun saya memberanikan diri memasukan kedua tangan saya kedalam pakaian seragamnya untuk menyentuh dadanya dari dalam, dan amel pun berdesah saat kedua tanganku mulai meremas2 kedua payudaranya.
Amel menoleh kebelakang seakan memberikan bibirnya utk dilumat dan saya pun secara spontan mendekatkan kepala saya lalu melumat bibirnya dengan kedua tangan tetap meremas2 kedua payuadaranya yg masih tertutup pakaian seragam. dan saya semakin memberanikan diri utk menjelajahi daleman tubuh amel, perlahan2 tangan saya yang sebelah mulai bergerak turun dan mengusap2 betis kakinya, lalu naik ke atas mengusap pahanya bagian dalam kemudian semakin naik bergerak keatasnya bertumpu dan mengusap2 di sekitar pangkal pahanya yang saat itu masih terbungkus celana dalam yang terasa semakin lembab.
Amel sempat seperti ingin menolak saat aku coba memasukan telapak tangan kananku kedalam celana dalamnya namun dengan kesabaran serta kengototanku saat itu akhirnya amel cuma bisa mendesis saat jari jemariku perlahan2 mulai menyentuh dan menggerayangi sekitar kemaluannya yang belum berbulu dari balik celana dalamnya.
Saya gesek2 jari tengah tangan yang kanan di belahan bibir vaginanya yang mulai basah sekitar 15 menit sedangkan tangan kiri saya yang satu lagi mempreteli kancing pakaian seragam sekolahnya satu persatu sampai akhirnya kancingnya terlepas semua, namun pakaian seragamnya tidak dilepas dan hanya dibiarkan terbuka saja, kemudian tangan kiri saya bergerak kebelakang punggungnya mencoba lepaskan bagian tali kutangnya sehingga bra nya pun terlepas lalu saya tarik keluar dan saat itu amel sudah dalam keadaan setengah telanjang dengan kedua payudara terbuka tanpa bra hanya ditutupi oleh baju seragam yang semua kancingnya sudah terlepas.
Saya suruh Amel berbaring dikasur, lalu kembali saya cumbui dia namun kali ini dari samping dengan tangan sebelah yg kanan masuk kedalam rok seragam dan mengobel2 vaginanya, sedangkan tangan sebelah kiri meremas2 payudara bagian kanan lalu payudaranya yg sebelah lagi aku ciumin dan alu kulum puting susunya. Amel semakin mendesah serta mendesis keenakan sambil kedua tangannya mejambak lembut rambut dan kepalaku.
Karena mungkin gara-gara keenakan, Amel ga menyadari kalo celana dalamnya saya tarik kebawah dan perlahan2 menggelosor turun sampai atas lututnya, lalu aku singkapkan rok seragam sma nya keatas dan saat itu telihat jelas belahan vaginanya yang belum tertutupi oleh rerumputan hitam. sambil terus mengulum puting susunya aku mulai bergerak naik ke atas tubuhnya sambil aku lepaskan resleting dan melorotkan celana seragam sma ku sampai bawah lutut, dan burungku yang dari tadi sudah sangat keras akhirnya terbebas lepas. terus aku tuntun tangan Amel yang sebelah kanan untuk menggenggam batang kemaluanku, awalnya dia kaget tapi akhirnya dia menggenggamnya jg sambil memejamkan matanya, sedangkan tangan kananku kembali sibuk mengobel2 vaginanya yg semakin basah gara2 belahannya digesek2 terus dan sesekali lobangnya dicolok2 ma bagian atas jari tengahku.
Amel sepertinya semakin menikmati momen waktu itu dan saat itu juga aku pikir sudah saatnya aku coba masukkan kemaluanku kedalam vaginanya yang sudah semakin becek oleh cairan lendir bening yg membasahi luar dalam vaginanya. pertama2 saya pelorotkan celana dalamnya sampai ujung kakinya lalu saya angkat rok sma nya sehingga tak sehelai benangpun mengahalangi daerah kewanitaannya lalu saya lebarkan kedua kakinya dengan kedua tanganku mengapit dilipatan bawah lututnya dan telapak tanganku bertumpu di kasur sampai kedua kakinya amel terangkat ke atas, sehingga belahan vaginanya yg rapat, lembab dan basah kini tampak jelas didepan mata dan seakan sudah siap ditembus rudalku yang semakin keras.
Aku tuntun batang kemaluanku sampai menyentuh bibir kemaluannya, lalu aku gesek2an kepala kontolku di sekitar belahan memeknya, kemudian aku mulai menekan2nya, berusaha memasukan kontolku kedalam memeknya yang akhirnya kepala kontolku berhasil masuk membelah bibir memeknya. .saat itu amel terbelalak matanya melek namun ga lama kemudian matanya kembali merem sambil bibirnya menggigit kerah baju seragam sma nya dan kedua tangan mengalung erat di pundakku, aku tekan tekan lagi berusaha memasukan kontolku supaya lebih dalam lagi kedalam memek amel yg saat itu masih terasa sangat sempit sampai akhirnya dengan sekali sentakan kuat batang kontolku amblas terbenam dan terjepit di dalam lobang memeknya„
“jleebbbshhh… Jleeebbh”
“Auww..ssshh akkh” Amel berteriak kecil lalu menggigit bibir seakan menahan sakit.
“Tahan ya Sayaang” Ujarku seraya menghentikan penetrasi sejenak supaya kemaluan kami beradaptasi dan tidak lama kemudian perlahan2 aku tarik kontolku keluar setengahnya lalu kembali aku tekan masukin kedalam dan hal itu aku lakukan terus menerus dari perlahan hingga semakin cepat genjotannya, adapun amel sendiri sepertinya sudah mulai menikmatinya dengan mata merek melek sambil sesekali mendesis dan melenguh saat kontolku mengocok2 lubang memeknya.
“Ssshh, Akkhh.. Shh Oukkhh..” Amel merasa semakin nikmat.
“Eenakk sayang?” tanyaku sambil mempercepat genjotanku.
“Mmm..ii.iyaa saa…yaaang” jawabnya terengah-engah.
“Nggg…Nikk,,,maaatt..nnggghh Shhh Akkhh” Ujarnya lagi sambil mengerang.
Saat itu saya tidak tau apakah Amel mengalami orgasme atau tidak yang jelas dia mengerang hebat dengan sekujur tubuhnya mengejang dan kedua kaki terangkat keatas dan semakin mengangkang lebar lalu akhirnya melingkar kuat di pinggulku saat aku hujamkan kontolku berkali2 di lobang memeknya dengan sekuat tenaga yang akhirnya menyemburkan air mani yg cukup banyak didalam memeknya.
Setelah itu kami merapihkan pakaian seragam kami masing2 dan waktu itu sekilas aku lihat bercak2 noda merah di kasur dan cairan kental putih namun kemerah2an merembes keluar dari lobang memeknya saat aku perlahan2 cabut batang kontolku keluar, selang beberapa lama kemudian Amel terisak menangis dan kami berpelukan sangat erat lalu berciuman dan saat itu Amel sempat membisikan sayang banget sama aku dengan wajah yg terlihat sangat kelelahan namun penuh kepuasan,dan memelas memohon jangan sampai aku meninggalkannya dan akupun mengangguk sebagai tanda setuju.
Setelah kejadian itu hubungan kami semakin mesra dan beberapa hari kemudian kami melakukannya sekali lg di tempat kostan cuma saat itu kami melakukannya seksnya secara kilat atau istilah lainnya shorttime krn waktu itu malam minggu teman2 lagi pada ngumpul di kamarnya si elan sedangkan aku pinjem kamar temennya si elan sebentar utk dipake ngewe ma amel.
Amel awalnya agak sedikit enggan ketika aku ajak pindah ke kamar sebelah utk melakukan persetubuhan karena malu katanya lagi banyak orang namun akhirnya amel mengikuti dari belakang saat aku keluar kamar elan dan bergegas menuju kamar sebelah yang kuncinya sudah aku pegang dan setelah kami berdua sudah masuk kamar lalu buru2 saya kunci pintunya dan matikan lampunya, tanpa berlama2 saya langsung lucuti pakaianku sehingga telanjang sedangkan amel saat itu tidak mau telanjang semuanya hanya melepaskan celana jeans serta celana dalam warna hitamnya saja.
Buru buru aku suruh amel berbaring di atas ranjang sambil mengangkang kemudian perlahan2 aku menaiki tubuhnya sambil memegang batang kemaluanku seraya mengarahkan ke lobang kemaluannya, lalu aku tekan sehingga batang kemaluanku berangsur-angsur mulai menerobos masuk kedalam lobang kemaluannya, akan tetapi aktivitas kami saat itu terhenti karena disaat aku mulai genjot tubuhnya kami terganggu dengan suara ranjang yang berderit, maka saat itu aku suruh di pindah supaya berbaring dilantai, dan tanpa banyak bicara amel langsung turun dari lanjang lalu berbaring terlentang di lantai dengan kedua kaki mengangkang, tanpa basi basi langsung aku naiki tubuhnya sambil kembali memasukan batang kemaluanku kedalam lobang vaginanya yang sudah basah kala itu, sekitar 10 menitan penisku keluar masuk di dalam lobang vaginanya yang semakin basah, dan saat itu amel memelukku dengan erat sambil menahan nikmat
“uukh..uhh..sshh akhh” erangnya pelan seakan takut kedengaran orang2 yg lagi diluar,
“mmmh nikmattkan saayaang” bisikku
“ii..yaa sayy..” jawabnya sambil mememelukku tubuhku dengan eratnya seraya melipatkan kedua kakinya di pinggulku dan pantatnya sedikit terangkat keatas.
Lalu tiba2 amel menyembunyikan wajahnya di pundakku seraya berbisik katanya di atas pintu ada yang lg pada ngintip katanya, memang saat itu posisi kami membelakangi pintu sehingga apabila ada yng mengintip dari celah pintu bagian atas yang memang tidak tertutup pastinya akan cukup jelas dikala batangku keluar masuk didalam lobangnya amel.
Namun karena nafsuku sudah memuncak aku seakan tidak pedulikan hal itu dan aku bilang padanya supaya cuekin aja soalnya tanggung lagi nikmat2nya, dan sepertinya amel pun sedang mendekati puncaknya.
“aakh,, sssh aku mau keluar sayaang,, keluariin di dalem aja yaa,,” ujarku
“ukkk…ssshh ukhh.. iyaa saayy.. Akkhh Auww” amel menganggukan kepalanya sambil terus mendesah, mengerang dan akhirnya menjerit tertahan sambil tubuhnya mengejang dengan pinggul menghentak2 ke atas dan sepertinya amel duluan keluar menyemburkan cairan.
“ooughh, shhhh aakk…ku kelluaarrsshh” ucapku, sambil mempercepat genjotanku lalu aku hujamkan penisku sedalam2nya kedalam lobang vagina amel.
“Croott..Crooott..Croottt” penisku memuncratkan cairan mani menyemprot rongga bagian dalam vagina amel yg kala itu sudah becek banget.
Akhirnya kita saling berpelukan dengan tubuh yang lemas dan puas, dan selang beberapa lama kemudian kami sama2 merapihkan pakaian masing2 lalu keluar kamar dan ga lama kemudian aku pamit sama teman2ku utk pulang dengan alasan mengantarkan amel karena saat itu sudah makin larut malam.
Lalu pernah juga kami ikut begituan di kamar temenku yang di daerah gg rukun, saat itu sepulang sekolah saya ajak amel utk ikut acara masak bersama beberapa teman sekelas sekitar 4 orang di rumah temen saya yg bernama aris , kebetulan waktu itu dirumah aris lagi ga ada orang tuanya, katanya lagi pada keluar kota dan dia mengizinkan saya untuk melakukan dikamarnya, sesampainya disana aris mempersilahkan saya untuk langsung membawa amel ke kamarnya yg dibelakang sedangkan dia bergabung berkumpul bersama keempat teman sekelas saya di ruang tamu yg didepan.
Sesampainya di dalam kamar saya langsung kunci pintu kamar, lalu langsung saya suruh supaya amel naik dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang, kemudian saya menghampirinya sambil menyusupkan kedua tangan saya kedalam rok sma nya untuk melorotkan celana dalamnya. setelah celana dalamnya terlepas lalu saya sibakkan rok sma nya ke atas sehingga saat itu terpampang jelas gundukan bukit kemaluannya yang belum banyak ditumbuhi oleh bulu dan buru buru aku lepaskan kaitan serta releting celana sma ku, lalu aku turunin sampai lutut dan saat itu juga batang kemaluanku yang sudah mulai mengeras langsung keluar dari sarangnya.
Amel mulai mendesah saat aku renggangkan kedua kakinya hingga mengangkang, lalu aku tuntun batang kemaluanku mengarahkannya ke lobang kemaluan amel yg mulai basah, setelah terasa pas maka langsung saya menekannya dengan sekuat tenaga sehingga batang penisku lansung menerobos masuk kedalam lobang vagina amel sudah tidak sempit lagi.
“Jleebh,,, JLeeppphh… Blesssshh” penisku langsung menerobos masuk kedalam vaginanya.
“Uuukhh,,,,Ukkhh… Ssskkhh Akkkhhh” Amel melenguh seraya memelukku.
“Ouughh ennaakk sayyannkk” bisikku
“Hmmm.. mmmhh sshh akkkhh” Amel menganggukan kepalanya.
Kemudian matanya mulai merem melek saat aku mulai mengocok penisku didalam vaginanya, sekitar kurang lebih lima belas menit saya menggenjot amel dengan cepat hingga akhirnya mulai merasakan ada sesuatu yang seakan ingin keluar dari dalam penisku.
“Arrgghh.. nimatnyaa sayaang” ujarku kepadanya
“Oukkh,.,, Shhh Ukkhh,, Akhh” Jawabnya sambil mengerang
“Crekk.. Creekk..Crekk” Bunyi kemaluannya yg semakin becek
“Nngghh,,Ukkkhhhh,,,oohhkk” Amel tiba2 memeluk pundakku dengan eratnya.
Saat itu genjotanku semakin cepat, sedangkan kedua kaki amel semakin mengangkang terbuka dengan lebarnya, seraya mengangkat pinggulnya ke atas sehingga kepala penisku semakin leluasa menyodok2 rongga vaginanya yang paling dalam, hal itu membuat penisku semakin mengeras, ingin mengeluarkan sesuatu, namun tiba2
“Creettt…Ssretttt…Creett” kurasakan ada cairan yg terasa hangat menyemprot kepala penisku.
“Sshhh Ukkkhhhh..” Amel mengerang hebat, dengan mulut mengangga serta kedua mata membeliak
“Keluaar…sayyangg??: tanyaku kepadanya.
"Iiiiiyaaa,,,aahhh” Jawabnya sambil menghentak2an pinggulnya keatas.
Setadinya aku coba tetap bertahan dan tidak akan mengeluarkan cairan didalam karena saat itu amel sedang dalam keadaan subur2nya, namun apa daya, pada saat itu kedua kaki amel melingkar kuat di betisku sambil menghentak2an pinggulnya keatas seraya vaginanya menyemprotkan cairan panas, hal itu membuat penisku semakin mengeras dan akhirnya aku tak kuat lagi,
“Crooott….Crooottt..Crooot” Penisku menyemburkan cairan didalam vaginanya,
“Ouugghhh,,, aku juga keluaarr saayaang” Ujarku.
“Shhhh…Akkhh” Amel seperti yang kaget karena pada waktu itu secara hampir bersamaan ternyata penisku menyemburkan cairan maninya didalam.
Namun pada saat itu amel bukannya berusaha berontak supaya penisku tidak mengeluarnya cairan didalam vaginanya, tapi malah menggoyangkan pinggulnya yg terangkat keatas seraya kedua kakinya semakin menguat melingkar mengunci kedua kakiku yg mengejang. dan hal itu membuat penisku tak bisa bergerak terbenam di dalam vaginanya sambil berdenyut2 menyemburkan cairannya ke rahim vaginanya bagian dalam. dan setelah itu tubuhku ambruk diatas tubuhnya lalu penisku perlahan2 mengendor dan terlepas dari vaginanya amel, sekilas aku lihat cairan putih kental merembes keluar dari sela2 bibir vaginanya saat amel memakai kembali celana dalamnya lalu merapihkan rok sma nya.
Hubungan kami semakin lengket karena kebetulan rumah kami berdekatan masih satu kampung apalagi ortu kami sudah sama2 tau dan merestui hubungan kami, hal itu membuat kami menjadi lebih leluasa untuk melakukan hubungan badan dan lebih seringnya kami melakukannya di rumah amel, tepatnya diruang belakang yg kebetulan memiliki 2 pintu, yg satu pintu buat keluar (area belakang) dan yg satu lagi pintu masuk kedalam yg terhubung langsung ruang tengah tempat nonton tv keluarga.
Awalnya sih kami ga punya keberanian utk melakukannya diruangan itu karena pintu yg kedalam selalu terbuka namun pada hari itu aku disuruh mamanya supaya menemani amel ke gedung juang utk menunggu pengumuman juara mojang jajaka (karena dari kemarin2nya amel ikutan lomba mojang jajaka dan lolos masuk 3 besar) dan ternyata amel terpilih sebagai juaranya, sekitar pukul setengah sembilan malam kami pulang dengan membawa piala dan piagam penghargaan ditangan, sesampainya dirumah amel sekitar pukul 10an dan mama papanya amel menyambutnya dengan bahagia sedangkan adiknya waktu itu sudah tertidur.
Saya, amel, mama dan papanya ngobrol diruang tengah sampai tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 11 malam dan tak lama kemudian mama & papanya amel beranjak dari tempat duduknya, katanya mau tidur duluan sedangkan saya saat itu pamitan mau pulang namun mama nya amel menyuruh saya supaya nginep dikarenakan saat itu sudah larut malam, akhirnya saya ga jadi pulang dan pindah ku ruang belakang tempat kami biasa berduaan, dan selang beberapa saat kemudian amel masuk sambil membawa segelas kopi dan sebungkus rokok serta tidak lupa mengunci pintu dari dalam. Saat itu amel rebahan di sofa sedangkan pakaiannya belum ganti, masih mengenakan pakaian kebaya bekas acara mojang tadi, setelah saya habiskan sebatang rokok dan meneguk kopi lalu saya mulai menghampirinya, merebahkan tubuhku di samping belakang tubuhnya, lalu tanganku mulai mengusap2 bagian tubuhnya serta bagian daerah selangkanganku ditempelkan ke bongkahan pantatnya sambil ditekan2 kedepan dan itu membuat amel menggelinjang dan mulai terangsang dibuatnya.
Satu persatu kancing kebayanya terlepas sehingga badannya kini hanya tertutupi poleh BH warna krem, selanjutnya aku lepaskan juga kaitan kebaya bawahnya setelah itu baru aku tarik kain bagian bawahnya ke atas sampai pinggulnya, dan nampak dari belakang celana dalamnya yang jg berwarna krem, beberapa saat kemudian tau2 tanganku sudah masuk menyusup kedalam celana dalamnya amel, mengusap2 daerah selangkangannya yang baru ditumbuhi oleh bulu2 yg halus, amel mendesah saat jari jemariku mulai menyentuh serta menggesek bibir vaginanya yang ternyata sudah basah, lalu aku masukan jari tengahku ke dalam lobang kewanitaannya, mengobelnya untuk beberapa saat sampai vaginanya becek dibuatnya.
Sepertinya amel sudah tak tahan, saat itu dia memintaku untuk segera memasukinya maka aku pelorotkan celana dalamnya hingga bagian bawah tubuh amel saat itu sudah tidak tertutupi oleh sehelai benang pun dan setelah itu aku tanggalkan celana panjangku lalu aku tuntun batang kemaluanku ke lobang vaginanya dari belakang, ternyata agak sedikit susah untuk memasukannya karena saat itu posisi kami agak sempit dimana posisi amel tidur membelakangiku sedangkan aku dibelakangnya berusaha untuk memasukan batang kemaluanku kedalam lobangnya amel dan meleset terus padahal waktu itu kaki amel sudah dikangkangin ke atas tapi tetap saja adapun bisa masuk hanya kepalanya saja.
Akhirnya aku bangun serta beranjak dari sofa, lalu aku tarik tubuhnya amel agak ke tepian sofa dan menurunkan kakinya yg sebelah ke lantai, dan sepertinya dengan posisi seperti itu akan lebih mudah bagiku utnuk memasukinya dari belakang. adapun posisi amel saat itu menelungkup di sofa masih mebelakangiku dengan kaki yang kiri menjuntai ke lantai sedangkan yg kaki kanannya diatas sofa. aku suruh amel supaya pantatnya agak diangkat ke atas hingga belahan vaginanya terpampang jelas didepan mata.
Tak ayal lagi aku langsung menyodoknya dari belakang, tanpa kesulitan batang kemaluanku berangsur2 masuk kedalam lobang vaginanya amel ampe mentok, lalu aku mulai menggerakan pantatku naik turun menekan2 pantatnya, aku menggenjotnya selama beberapa menit dan batang kemaluanku semakin cepat keluar masuk didalam lobang kemaluannya yg makin basah dan akhirnya kurasakan ada sesuatu yang ingin dikeluarkan namun coba aku tahan sampai akhirnya kulihat tubuh amel mengejang dengan pantat yg semakin terangkat ke atas sedangkan nafasnya ngos-ngosan sepertinya amel sudah mendapatkan orgasmenya duluan, baru setelah itu aku muntahkan cairan maniku didalam lobangnya,
Setelah merapihkan pakaian amel bergegas keluar masuk kedalam kamarnya untuk berganti pakaian sedangkan aku menyalakan sebatang rokok sambil menghabiskan kopi yang masih tersisa cukup banyak, aku pikir saat itu amel mau langsung tidur dikamarnya tapi ternyata dia masuk lagi dengan pakaian yang sudah diganti dengan yang lebih seksi, memakai atasan tanktop/u can see serta BH warna hitam dan ke bawahnya memakai rok longgar diatas lutut serta celana dalam warna hitam juga, sepertinya amel masih kepengen digituin, begitu pikirku saat itu dan ternyata betul saja amel langsung duduk disampingku lalu memeluk tubuhku sambil menciumi bibirku, mau tidak mau aku pun melayaninya dan kami pun berciuman untuk selang beberapa waktu sambil tanganku mulai menggerayangi buah dadanya yang mulai mengeras, setelah puas grepein kedua payudaranya secara bergantian lalu tanganku turun ke bawah menyusup kedalam rok mini serta celana dalamnya dan ternyata vagina amel sudah berlendir, basah.
Aku segera bangun dari dudukku lalu jalan ke arah pintu ke dalam untuk menguncinya, setelah itu kembali menghampiuri amel yang saat itu lagi duduk bersandar di sofa, tanpa buang2 waktu lagi aku langsung pelorotkan celana panjangku (kebetulan aku tidak suka memakai kolor daleman) maka terpampanglah batang penisku yang sudah ngaceng dengan gagahnya, amel pun seakan sudah faham dengan apa yang harus dilakukannya langsung melorotkan celana dalamnya sampai terlepas, kemudian aku suruh supaya amel mengangkangkan kedua kakinya sambil agak diangkat ke atas, lalu aku genggam batang penisku dan mengarahkannya ke lobang vagina amel yang sudah agak menggangga.
“Slleebbh…Bleesshhh” Penisku menerobos masuk kedalam vagina amel.
“Auukhh.. sshhh ahhh” Amel melenguh kenikmatan.
“Enak sayy?” Tanyaku
“Iya Yanggg..oohh” Jawabnya.
Untuk kedua kalinya kami melakukan persetubuhan di atas sofa dengan posisi kali ini aku berlutut menghadap amel yang duduk menyandar ke sofa dengan kedua kaki dibuka lebar, mengangkang serta agak diangkat keatas, sekitar 20 menit aku genjot tanpa ampun sehingga lobang vagina amel makin membengkak, merekah, merah dan akhirnya terasa berdenyut2 makin memanas. sepertinya Amel mendapatkan orgasme dan nampak di batang kemaluanku menempel cairan putih yang merembes keluar dari lobang vagina amel dan berbusa karena kocokan batang didalam lobang, selang lima menit kemudian tubuhku terasa meregang, genjotanku semakin cepat dan tak beraturan, akhirnya aku pun memuncratkan cairan mani didalam lobang vaginanya ameldan setelah itu kami pun beranjak istirahat, amel pindah ke kamarnya sedangkan aku tidur di sofa lalu siang harinya kami melakukannya sekali lagi sebelum aku pamitan untuk pulang ke rumah.
Selanjutnya hari demi hari kami semakin sering melakukan aktivitas seks di rumahnya karena kami seakan diberikan kebebasan untuk melakukan hal itu, setiap kali pas pulang sekolah hal itu seakan sudah menjadi kewajiban bagi saya untuk mengantarkan amel ke sampai kerumahnya, dan sesampai dirumahnya kita berdua langsung masuk ke ruang belakang lalu mengunci kedua pintu kemudian tanpa banyak basa basi lagi amel seakan sudah faham betul apa yg harus dilakukan, langsung mencopot kancing seragamnya kemudian mengangkat BH nya ke atas sehingga kedua susunya menyembul keluar, setelah itu memelorotkan celana dalam nya hingga terlepas dan mengait di pergelangan kakinya, lalu amel duduk menyandar setengah berbaring di sofa sambil menyingkapkan rok seragam SMA nya, terus membuka dan mengangkat kedua kakinya ke atas, mengangkang lebar sehingga vagina nya terpampang jelas didepan mata dan sudah siap saji buat di obok2 sama penisku.
Sebaliknya aku pun langsung refleks utk melepaskan celana seragam sma ku dan karena aku memang ga suka pake kolor jadi otomatis kontolku langsung menjuntai keluar, lalu tanganku mengocok2 batangnya sebentar sampai mengeras dan setelah itu biasanya aku langsung menghampiri amel yg sudah siap tempur, lalu mengarahkan rudalku kedalam goa yg sudah mulai ditumbuhi bulu2 halus kemudian aku tempelkan kepala penisku di bibir vagina amel lalu menggesek2kan dan setelah itu langsung aku tekan sekaligus dengan sekuat tenaga sampai akhirnya batang kemaluanku terbenam, amblas seluruhnya dan mentok didalam lobang amel amel yg sudah tidak sempit lg seperti wkt pertama kali.
Selama setengah jam selangkangan kami saling berpagutan, bergoyang2 dan menghentak2 lalu akhirnya sama2 mengejang sambil menyemburkan cairan kenikmatan dan setelah itu baru saya pulang ke rumah, hal itu kami lakukan setiap hari khususnya dari hari senin sampai kamis, kalo hari jumat dan sabtu biasanya libur karena aku harus langung pulang ke rumah, siap2 latihan band sama teman2 dan sore nya nongkrong di jalan, paling malam minggu kami melakukannya lagi disaat saya lagi apel ke rumahnya
Bisa dikatakan sudah puluhan kali bahkan mungkin seratus kali juga lebih kami melakukan persetubuhan di ruangan itu dengan berbagai posisi dan gaya, dari mulai posisi yg tadi diceritakan juga posisi2 yang lainnya seperti posisi WOT (Woman On Top) yaitu posisi dimana akunya duduk atau berbaring di sofa sedangkan amel naik keatas tubuhku lalu jongkok sambil memasukan penisku kedalam vaginanya dari atas, lalu mulai menaik turunkan tubuhnya keatas kebawah, mengocok batang penisku, sesekali menggoyangnya hingga akhirnya tubuhnya mengejang seraya menyemburkan cairan dari dalam rongga vaginanya.
Posisi doggy style yaitu posisi dimana amel nungging membelakangiku, kedua kaki bertumpu di atas sofa sedangkan aku berdiri dilantai menggenjotnya dari belakangnya sambil kedua tanganku meremas2 bongkahan pantatnya yg semok, sehingga batang penisku keluar masuk di dalam lobang vaginanya sampai akhirnya pantat amel makin terangkat ke atas seraya mengeluarkan cairan putih kental yang merembes keluar dari celah vaginanya lalu menempel di batang penisku yang biasanya tak lama kemudian menyemburkan lahar panasnya.
Selain itu kami juga pernah melakukannya sambil berdiri dengan posisi sambil berhadap2an maupun dari belakang dimana kaki amel yang sebelah bertumpu di kursi atau meja, mengangkang seperti anjing yang sedang kencing sedangkan tubuhnya menyandar di dinding, adapun posisi yang paling ga ribet tentu saja yang gayanya standar atau Missionaris yaitu posisi dimana aku menindih tubuhnya dari atas sedangkan amel dibawah, terbaring di atas sofa ataupun di lantai dengan kedua kakinya melingkar kuat dikedua betis/pahaku, sampai akhirnya kami sama2 mengejang hebat saling menyemburkan air mani secara berbarengan di dalam.
Pernah juga waktu itu pas papanya keluar kota, mamanya pergi arisan, sedangkan adiknya brkt les kami ewean diruang tengah, ceritanya saat itu saya ma amel lagi nonton tv lalu mamanya bilang supaya jgn dulu kemana2 sampai beliau pulang lalu menyuruh supaya pintu depan dikunci karena katanya beliau mau keluar arisan, dan setelah mamanya berangkat keluar amel langsung mengunci pintu depan, setelah itu kembali duduk disampingku sambil menyandarkan kepalanya di pundakku, adapun tangannya mulai mengusap2 pahaku seakan memberikan kode ingin segera digauli, selang beberapa saat kamipun berciuman, tanganku mulai meremas2 kedua susunya secara bergantian sedangkan tangan amel sudah menyusup kedalam celana sontogku lalu mengocok2 batang kontolku
ampe ngaceng.
Tak lama kemudian aku menyuruh amel supaya membalikan tubuhnya kebelakang menghadap ke sandaran sofa, lalu aku segera beranjak dari dudukku, lalu berdiri dibelakang amel yang posisinya emok di atas sofa, kemudian aku pun ikut naik ke atas sofa memeluknya dari belakang, menyingkapkan rok mininya ke atas lalu memelorotkan celana dalamnya sampai lutut setelah itu aku keluarkan batang kontolku lalu memasukannya kedalam lobang memek amel dan selama kurang lebih 15 menit aku entot dari belakang namun susah keluar karena posisi ruang geraknya agak sempit akhirnya kami pindah tempat dan melanjutkan ewean di kamar adiknya yang kebetulan waktu itu pintunya terbuka, setelah menanggalkan celana dalamnya amel langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang terlentang dengan kedua kaki tebuka lebar mengangkang sedangkan rok mininya disingkapkan keatas.
Aku langsung menindih tubuhnya dari atas seraya memelorotkan celana sontogku sampai lutut lalu membenamkan kontolku didalam memeknya, mengocoknya, menggoyangnya serta menekannya sekuat tenaga hingga batang kontolku amblas seluruhnya mentok menyentuh dinding rahim memeknya bagian dalam, selama kurang lebih 15 menitan batang kontolku keluar masuk di dalam lobang memeknya amel dan akhirnya amel kembali mengejang mendapatkan orgasme untuk kedua kalinya yang kemudian disusul oleh semburan cairan dari dalam kontolku yang keluar bucat didalam memeknya, setelah itu kami kembali nonton tv diruang tengah sambil ngobrol dan bercanda ria.
Pernah juga kami ngewe di kamarnya amel sebanyak dua kali, yang pertama pas saat hari minggu dimana mama sama adiknya lagi ke kota, sedangkan papanya ga pulang karena ada tugas kerja diluar, saat itu aku lagi ngopi diruangan biasa tiba2 terdengar suara amel memanggilku supaya masuk kedalam kamarnya, dan sesampainya didalam kamarnya kulihat saat itu amel sudah berbaring diatas ranjang dengan tubuh telanjang yang hanya ditutupi oleh selimut, lalu aku bergegas melucuti semua pakaianku sampai telanjang juga dan akhirnya kami ngewe diranjang selama hampir kurang lebih sejam yang akhirnya kami sama2 kelojotan saling memuntahkan cairan didalam.
Adapun yang sekali lagi pas malam minggu tepatnya pas lewat tengah disaat semua sudah tertidur amel memintaku supaya mengentotnya sebelum tidur, lalu amel pergi duluan ke kamar dan tak lama kemudian menyusulnya, masuk kedalam kamar amel kemudian mengunci pintunya pelan2, saat itu didalam kamar gelap sekali karena lampunya sengaja dimatikan supaya dikiranya amel sudah tidur, lalu aku membisikan ke amel supaya melakukannya dilantai saja karena kalo diatas ranjang takutnya bersuara terdengar kekamar ortunya yg disebelah, dan saat itu amel langsung mengendap2 turun dari ranjang lalu menungging dilantai sedangkan aku dibelakangnya berusaha menyingkapkan dasternya bagian bawah dan ternyata saat itu amel sudah tidak memaki celana dalam, tak ayal lagi aku langsung mengeluarkan batang kontolku lalu memasukkannya kedalam lobang memeknya amel dan kurang lebih 10 menitan aku entot dari belakang sampai akhirnya amel ngasih tau kalo dia keluar alias orgasme dan semenit kemudian aku pun menyusulnya, mengeluarkan cairanku didalam memeknya, dan setelah itu aku pun kembali ke tempat semula,lalu tidur sendirian di ruang belakang tempat biasa kami ewean.
Adapun di rumahku terhitung cuma dua kali kami ewean, yang pertama saat di studio pribadi tempat latihan musik yang waktu itu masih ada di belakang rumah, saat itu amel sedang aku latih maen drum, awalnya sih tak terpikir untuk melakukannya disitu cuma kebetulan waktu itu turun hujan dan aku pikir ortu ku tidak akan kebawah maka dari itu aku menyuruh amel supaya istirahat dulu maenin drum nya lalu amel duduk dikursi biasa dan saat itulah aku pelorotin celana sontog yang dipakai amel beserta celana dalamnya hingga lutut, begitupun sebaliknya denganku yang hanya menurunkan celana sontogku sebatas lutrut, setelah daerah selangkangan kami sama2 terbuka baru kami satukan kemaluan kami, dimana kontolku ngentotin memek amel dengan posisi amel setengah berbaring, menyandar di kursi serta kedua kaki bertumpu di pinggiran kursi, sedangkan pantatnya terangkat ke atas supaya mempermudah aku yang sibuk menggenjot diatasnya, kurang lebih sekitar 15menit kami ewean disitu dan akhirnya kami sama2 mendapatkan orgasme.
Lalu yang kedua kami lakukan di bangunan ruang kelas untuk tk, saat itu siang hari dan dirumahku lagi ada tamu ke ortuku lalu aku ajak amel menyelinap lewat pintu belakang menuju ruang kelas tk dipinggir rumah, dan disitu kami eweandengan posisi amel berbaring dengan rok panjang tersingkap keatas, celana dalamnya cuma diturunkan sebatas paha lalu kedua kakinya mengangkang dan diangkat keatas sedangkan aku hanya mengeluarkan batang kontolku lewat celan resleting celana panjangku lalu menindihnya dari atas setelah membenamkan batang kontolku didalam lobang memeknya, sekitar 10 menitan kami ngewe sampai akhirnya tubuh kami sama2 kelojotan, dengan kemaluan saling berkedutan dan menyemprotkan cairan kenikmatan.
Setiap kali ngewe sama amel aku ga pernah pake kondom karena amel waktu itu pernah bilang kalo dia minum pil KB jadi aman katanya ga bakalan hamil, cuma di tahun kedua kami berpacaran terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan yakni Amel telat datang bulan dan ternyata amel lupa makan pil KB alasannya saat itu, lalu tanpa sepengetahuanku amel bilang sama mamanya dan mamanya mendatangi ortuku kemudian memberitahukannya yang akhirnya ortu amel dan ortu ku sepakat untuk mempertunangkan anak2nya, adapun saat itu mereka mengambil keputusan untuk menggugurkan dahulu kehamilan dengan alasan amel masih SMA.
Selama kurang lebih 2 tahun kami berpacaran dengan status sudah tunangan dan entah berapa puluh kali kami melakukan persetubuhan, hubungan badan, ML, make love, Ngentot atau Ewean baik itu didalam maupun diluar rumah, namun ternyata akhirnya hubungan kami kandas juga akhirnya karena katanya saat itu aku udah jarang ke rmhnya karena kesibukan kuliahku diluar kota yang pulangnya hanya sebulan sekali, serta alasan inilah, itulah, ah yg jelas nyatanya amel sudah menjalin lagi hubungan ma cowok lain yg kebetulan teman kakaknya.
Mungkin itu sudah menjadi suratan takdir karena setelah lulus sekolah amel langsung dinikahkan dengan cowok itu yang bertahan sampai detik ini dan mempunyai satu anak laki-laki, meskipun begitu endingnya tapi aku tak pernah dendam atau membencinya, beberapa lama tak bersua akhirnya kami sempat beberapa kali dipertemukan kembali dan kami tetap bersikap saling menyayangi meski mungkin sudah tak ada nafsu dalam diri.
Dedicated to : Arie Melanie (Amel) Alfiani
Sabtu, 13 Mei 1995
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar