Restu adalah seorang siswi smk penguji yang saat itu aku kenal lewat teman yang berprofesi sebagai instruktur dancer/senam yg biasa dipanggil mumu adapun restu saat itu aktif di sanggarnya mumu.
Awalnya kami hanya sekedar kenal biasa, meski restu seringkali nitip salam dan katanya sih suka ma aku, tapi aku hanya menganggapnya sebagai teman karena pada saat itu aku sudah punya pacar namanya anita, namun aku ma restu akhirnya pacaran juga karena saat itu hubunganku ma nita sudah sulit untuk dipertahankan lagi.
Restu memang tak secantik nita namun wajahnya cukup ayu dan suaranya serak2 basah ditambah body nya yang bohay, pantat sekal serta kedua payudara yang cukup besar untuk seukuran anak sma saat itu, hal itu membuatku jadi penasaran untuk bisa melihat bahkan menyentuhnya.
Akhirnya pada hari minggu kami janjian buat ketemuan, kemudian aku ajak restu ke kost-an tempatnya si abang yang saat itu lagi sepi dan disitulah aku berhasil menelanjangi restu untuk yang pertama kalinya namun saat itu aku gagal menyetubuhinya, karena saat itu Restu selalu berontak setiap kali aku coba untuk memasukan kontolku kedalam memeknya.
Padahal saat itu Restu seudah tidak mengenakan sehelai benangpun alias telanjang bulat, begitupun juga denganku, kami berdua dalam keadaan sama sama telanjang, namun nyatanya saat itu aku hanya mampu menempelkan batang kontolku di bibir memeknya dan menggesek2 kepala kontolku tepat di bagian itil memeknya yg mengacung seakan mau keluar.
Beberapa hari kemudian aku ajak lagi dia ke kostan namun tetap saja sama seperti sebelumnya, saat itu kami sudah sama2 bugil namun kami bercinta hanya sebatas kissing, necking serta petting tanpa melakukan intercouse, untuk yang kedua kalinya aku gagal menyetubuhi restu, adapun kontolku berhasil muncrat itu karena aku kocok dengan tanganku sambil aku gesek2an ke permukaan memeknya yang tembem.
Sampai pada suatu ketika, saat itu restu ultah dan aku bersama teman2nya merayakan ultah restu di daerah pondok halimun sekalian kemping, saat itu kami mengadakan posesi perayaan dengan mengelilingi api ungun yg dilanjut dengan acara makan2 kemudian ditutup dengan nyanyi2 setelah itu acara selesai ada yg ke tenda termasuk aku ma restu tapi ada juga yg tetap stay di sekitar api ungun.
Malam semakin larut dan saat itu kami tidur berdua dalam satu tenda lalu kembali ku coba untuk menyetubuhinya, awalnya kami berciuman sambil tanganku sibuk menggerayangi toketnya yg gede, lalu aku kulum kedua puting susu nya secara bergantian, restu pun terpejam menikmatinya.
Pada kesempatan itu aku pelorotkan celana dalamnya tanpa kesulitan karena restu saat itu hanya memakai daster, sedangkan aku hanya memakai celana training tanpa kolor sehingga cukup sekali tarik kebawah maka kontolku langsung menyembul keluar.
Setelah itu Perlahan2 aku coba untuk melebarkan kedua kakinya kemudian aku dorong hingga kedua kaki restu terangkat ke atas dan mengangkang, adapun celana dalamnya saat itu sudah melorot sampa paha dan samar2 permukaan memeknya yg tembem nampak didepan mata.
Buru2 aku genggam batang kontolku lalu mengarahkannya tepat di delan lobang memeknya restu, terus ku gesek2an kontolku disekitat permukaan memeknya yang kemudian mulai kutekan supaya bisa masuk kedalam, namun tetap saja gagal, saat itu kontolku susah masuknya malah tergelincir terus ditambah saat itu restu berontak terus disaat kepala kontolku sudah mulai menyeruak bibir memeknya.
Emosi pun tak tertahankan lagi segeranku hentikan aktivitasku saat itu lalu setelah aku rapihkan pakaian bawahku, segera beranjak bangun lalu keluar dengan alasan mo ngangetin badan deket api ungun, saat itu restu tertegun dan sepertinya tau kalo saat itu aku ngambek dan setelahnya aku diluar selang beberapa saat kemudian restu pun keluar tenda dengan membawa tikar serta selimut lalu kemudian berbaring didekatku.
Saat itu teman2 yg lain disekitar api ungun lagi pada ngomongin tema horor, dan restu saat itu memelukku tapi aku tetap dingin menghiraukannya, restu sepertinya sadar kalo aku masih tetap ngambek gara2 hal tadi, maka dia coba menyairkan keadaan tiba2 tangannya menyusup ke dalam sarung yg kupakai saat itu lalu tangannya menyosor ke sekitar selangkanganku terus mengusap2 kontolku.
Nafsu yang setadinya emosi pun berubah jadi suatu berahi, perlahan2 kontolku bangun dan akhirnya ngaceng, kulihat restu tersenyum nakal, menggoda dengan tatapannya yg sayu, lalu saat itu aku berbaring disampingnya sedangkan tiga orang teman yg lagi ngobrolin soal hantu makin serius dan tak menyadari akan apa yg terjadi.
Birahi ku tambah memuncak dan akhirnya seakan tak mau kalah ku susupkan juga tanganku yang sebelah kedalam dasternya bagian bawah yg saat itu tertutup oleh selimut, lalu kumasukkan jemariku disela2 celana dalamnya bagian bawah dan selanjutnya jari tanganku mulai menggerayangi bibir memeknya restu.
Disaat restu sedang menikmati sentuhan jemariku di bibir memeknya tiba2 aku masukan jari tengahku kedalam lobang memeknya, dan saat itu restu kaget dan terbelalak tak menyangka hal itu akan terjadi.
Setadinya dia mencoba untuk berontak dengan menahan tanganku untuk menjauh dari selangkangannya, namun apa daya karena saat itu justru cengkraman tanganku malah semakin lebih kuat, posisinya serba salah mau menjerit pun susah karena takut ketahuan sama teman2 disekitar api unggun.
Restu pun hanya bisa terdiam pasrah lalu memejamkan kedua matanya pura2 tertidur, sedangkan aku seakan memeluknya dibelakang padahal tanganku mulai sibuk bergerilya didaerah selangkangannya yg tertutup oleh selimut, jari tengahku semakin dalam menusuk dan semakin liar mengobel memeknya restu yg saat itu mulai terasa basah.
Dengan penuh perasaan aku mulai keluar masukkan jari tengahku di lobang memeknya restu namun baru saja beberapa kocokan tiba2 tubuhnya menggelinjang kemudian beranjak bangun dari posisi tidurnya, sedangkan tanganku yg kala itu masih nyungsep di selangkangannya jd agak sedikit tertahan, aku sempat bertanya kenapa bangun dan dia bilang katanya pengen pipis, dia minta anter aku buat cari toilet katanya.
Lalu aku pun mengantarnya ke toliet yg katanya ada di bawah dan agak sedikit jauh dari tenda, akhirnya dengan hanya bermodalkan senter aku menemani restu turun ke bawah, padahal saat itu udah lewat tengah malam dan keadaan disekitar sangat gelap sekali tapi nafsu berahi memberikan suatu keberanian bagiku untuk menemaninya.
Sesampainya di wc restu langsung jongkok namun ternyata air kencingnya ga keluar padahal katanya dia td pengen pipis dan aku pikir mungkin yg dia maksudkan td itu berasa pengen pipis padahal sesungguhnya pipis enak alias muncratin air mani.
Aku yg saat itu masih di kuasai oleh nafsu birahi segera memelorotkan celanaku selutut sehingga batang kontolku menyembul keluar lalu buru2 aku menahan tangan restu yang saat akan menarik celana dalamnya keatas, dengan gerak cepat tanganku segera menjamah memeknya, sebaliknya aku suruh tangannya untuk menggenggam batang kontolku.
Tangan kanan restu menjambak rambutku sedangkan tangan kirinya mencengkeram erat batang kontolku, saat perlahan2 jari tengahku mulai menerobos masuk lagi ke dalam lobang memeknya, lalu aku kocok memeknya dengan jariku dan selang beberapa saat kemudian restu melepaskan genggaman tangannya dikontolku dan langsung memelukku dengan eratnya.
Jariku semakin liar mengobel memeknya, restu semakin erat memelukku serta nafasnya semakin memburu lalu akhirnya tubuhnya mengejang sambil mengerang, sepertinya restu sedang mendapatkan pipis enaknya karena rongga memeknya berdenyut2 serta makin terasa panas dijari tangan kiriku, adapun sebaliknya saat itu dengan spontan aku genggam batang kontolku lalu mengocoknya dengan tangan kananku dan tak lama kemudian air maninya muncrat.
Sejenak kami berpelukan lalu setelah itu kami rapihkan pakaian dan bergegas keluar meninggalkan toilet untuk kembali ke tenda, dan di sepanjang perjalanan aku tanya restu apa dia tadi "udah pipisnya,,?" dan dia menjawab "iya sayang", lalu aku tanya lagi "pipisnya enak kan?" Dan dia jawab lagi "banget" katanya.
Dan sepulangnya dari PH sorenya restu nelpon katanya pas bangun tidur terus pipis dan dia ngerasa sakit udah gitu di celana dalamnya ada bercak2 darah gitu, dan aku bilang mungkin itu yg disebut Hari demi hari berlalu, hubungan kami semakin dekat, sungguh betapa ku ingin sekali untuk bisa menyetubuhinya namun kesempatan belum juga kesampaian, seperti saat itu pas aku diajak nginep di rumah temannya yg didaerah benteng dalam rangka masak katanya saat itu.
Pas tengah malam disaat teman2nya sudah tertidur maka aku coba lagi untuk menyetubuhinya namun tetap saja susah diwujudkan karena kami ga mungkin ewean sedangkan saat itu sikon memang tidak memungkinkan, takut ketahuan.
Namun saat restu bilang mo ke wc dan itu bagaikan isyarat bagiku untuk melakukannya di wc maka tanpa disuruh aku langsung mengikutinya dari belakang, pas aku masuk ke dalam wc saat itu kulihat restu sedang jongkok pipis dengan hanya melorotkan celana dalamnya sampai lutut lalu selesai cebok dia berdiri dan saat itu celanaku jg sudah melorot sampai lutut sehingga kontolku nampak ngaceng.
Restu menatap kontolku lalu dia memandangku seakan bertanya apa yang harus dia lakukan selanjutnya, maka aku suruh dia supaya balik kebelakang lalu membungkukkan badannya, setelah itu aku singkapkan dasternya dan nampak dari belakang gundukan memek restu yg makin tembem.
Tanpa buang2 waktu lagi aku langsung arahkan kontolku ke lobang memeknya, lalu menekannya berusaha untuk memasukinya, namun ternyata susah bagiku utk melakukan penetrasi dengan posisi itu sampai beberapa kali tergelincir terus, pdhl saat itu restu sudah tidak berontak namun entah kenapa sulit sekali bagiku untuk menembus lobang kewanitaannya.
Dengan susah payah akhirnya kontolku berhasil memasuki memeknya namun itupun baru sebatas kepala kontolnya saja, dan ketika kucoba tekan lagi supaya bisa masuk lebih dalam, tapi kembali gagal karena saat itu saking terlalu bernafsunya membuatku jadi kehilangan kendali dan akhirnya kontolku keburu muncrat air maninya.
Setelah itu perlahan- lahan batang kontolku pun melemas. Sulit untuk dimasukan, namun aku ga mau bikin restu kecewa saat itu juga aku langsung masukan jari tengahku ke lobang memeknya, lalu mengocoknya sampai akhirnya restu mengeluarkan cairannya dengan tubuh mengejang serta kedua tangan bertumpu di kran, dan setelah itu kami kembali ke posisi semula, tidur bareng dengan nyenyak dan besoknya pulang.
Tak terasa hubungan kami ternyata sudah 3 bulan berjalan dan sampai saat itu kontolku belum juga mampu masuk kedalam memeknya ampe mentok, sampai akhirnya waktu itu aku lagi jalan ma restu lalu tiba2 hujan turun dengan derasnya, saat itu untungnya kami lagi di dalam angkot dan aku lngsng sms si abang setadinya mo mampir ikut berteduh di kostannya tapi ternyata si abangnya lagi keluar dan katanya kunci kost-an seperti biasa disimpan diatas pintu.
Akhirnya kami turun di jalan veteran dan sesampainya di kostan kami sama2 basah kuyup, buru2 kami masuk kedalam kamar lalu menguncinya dr dlm, tanpa disuruh kami segera tanggalkan pakaian kami masing2 sampai hanya tinggal dalaman saja karena pakaian kami sama2 basah kuyup, dan ternyata celana dalam restu pun agak basah sehingga belahan bibir memeknya terlihat nyeplak dan itu membuatku menjadi sange.
Tanpa banyak basa basi aku langsung menghampirinya, memeluknya lalu mulai menggerayangi tubuhnya sambil kuciumi bibirnya lalu lehernya sambil menanggalkan BH nya, setelah itu ku ciumi kedua susunya yg montok secara bergantian lalu aku kulum kedua puting susunya, trs aku jilat sambil sesekali aku hisap sehingga membuat restu terangsang hebat.
Sementara itu tangan kananku bergerak2 disekitar selangkangannya dan berhasil melepaskan celana dalam yg masih menempel ditubuhnya, sampai akhirnya kami sama2 telanjang bulat dan sekilas saya melihat memek restu mengkilat basah dengan itil yg menyembul keluar seakan minta digesek.
Lalu aku baringkan tubuhnya diranjang kemudian aku berangsur2 naik ke atas tubuhnya sedangkan restu kali ini tidak lagi berontak seperti sebelumnya malahan secara inisiatif membuka lebar kedua kakinya sehingga kemaluan kami saling menempel.
Untuk kali ini aku tak ingin menemukan kegagalan lagi, oleh karena itu aku agak sedikit bersabar menahan hasrat dengan mencumbuinya dulu sebelum masukin kontolku kedalam memeknya, sambil terus mengulum puting susunya, aku gesek2 batang kontolku di bibir memeknya restu dan ternyata itu membuat restu menggeliat2 keenakan dan nafasnya makin memburu seakan minta segera buat di entotin.
Selagi restu terpejam menikmati gesekan2 batang kontolku, perlahan lahan aku lebarkan kedua kakinya lalu aku angkat ke atas dan naikan ke pundakku, sekilas terlihat lobang memeknya restu agak terbuka.
Saat itulah aku mulai arahkan kepala kontolku tepat di lobang memeknya lalu aku tekan sehingga kepala kontolnya masuk kedalam, lalu aku menahan nafas sambil meremas2 kedua susu nya, kemudian dengan sekuat tenaga aku tekan dan dorong pantatku kedepan sehingga batang kontolku menyeruak masuk kedalam, merobek lobang memeknya.
Restu terbelalak saat merasakan rudalku menghujam, menerobos masuk kedalam lobang kewanitaannya yang terasa sangat sempit, awalnya memang terasa sesak karena ukuran batang kontolku jelas lebih besar dari jariku.
Terlambat bagi restu utk berontak karena dengan posisi kedua kaki mengangkang lebar ke atas terkunci oleh kedua tanganku itu membuat aku semakin leluasa untuk memasukan batang kontolku sampai amblas masuk semua didalam lobang memeknya.
Seakan tak diberi kesempatan aku langsung genjot, pantatku mulai maju mundur mengentotnya, kontolku keluar masuk di dalam memeknya yang makin basah dan mulai melonggar, tanpa ampun aku makin mempercepat kocokan batang kontolku di lobang memeknya sehingga restu jd merem melek dibuatnya.
Akhirnya seluruh tubuhnya mengejang dengan kedua kaki yg makin mengangkang serta kedua mata yg membeliak menatap langit2 kost-an adapun dadanya saat itu seperti orang yang lagi kumat sesak nafas dengan mulutnya mengangga seakan membutuhkan udara.
Melihat keadaan itu aku malah semakin ganas ngentotin nya lalu aku hujamkan sedalam2nya kontolku didalam memeknya sampai mentok dan menyentuh rongga rahimnya dan pada saat itulah kurasakan memeknya terasa panas berdenyut2 kencang, sambil mengeluarkan cairan dan sekilas nampak di batang kontolku menempel cairan kental putih yg merembes keluar dari sela2 bibir memeknya.
Sepertinya restu sudah mendapatkan klimaksnya maka tak ayal lagi aku makin mempercepat entotan ku, nafsuku makin menggebu sampai akhirnya aku hentakkan sekuat tenaga, hujamkan batang kontolku sedalam2nya sambil memuntahkan lahar panasnya. Cairan maniku akhirnya muncrat banyak sekali didalam lobang memek restu yg sudah terlebih dulu banjir.
Restu memelukku sangat eratnya dengan nafas yang masih terengah2 kemudian saya berangsur turun dari atas tubuhnya dan sekilas sata lihat cairan putih kental keluar merembes dari lobang memeknya yg kini sudah menggangga terbuka, lalu kami kemudian sama2 menyalakan rokok sambil bersandar di dinding kamar.
Akhirnya berhasil juga ngentotin restu, begitu pikirku saat itu merasa lega, apalagi setelah mendengar pengakuannya bahwa kontolku ternyata lebih nikmat dibanding jari tengahku, itu membuatki bahagia karena telah berhasil memuaskan sampai klimaksnya.
Setadinya kami mau ngewe sekali lagi namun terdengar diluar si abang datang akhirnya kami berdua bergegas segera memakai pakaian masing2 yg sudah mulai kering dan akhirnya seudah kami ngobrol2 sama yg punya kostan akhirnya kami pamit dan pergi meninggalkan kost-an tersebut.
Setelah kejadian itu entah kenapa Restu jadi sering menghindar dan sulit untuk ditemui, apalagi disetubuhi lagi dan akhirnya saya mendapat kabar kalo dia di jodohkan sama uwa nya yang rencananya selulus sma mau langsung dinikahkan dan akhirnya hubungan kami pun putus.
Bertahun2 lamanya tak pernah bersua akhirnya kami sampat berkomunikasi lagi, saat itu dia sempat menghubungiku lewat telp rmh saat aku mau berlangganan speedy dan ternyata saat itu dia kerja di telkom bagian pendataan pelanggan. Namun entah dimana kini dirinya berada, yang pasti dirinya mungkin akan tetap menjadi bagian sejarah dalam hati.
Selasa, 10 Oktober 2000
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar